hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Eiger Nature Resmi Diluncurkan, Menko Muhaimin Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Eiger Nature Resmi Diluncurkan, Menko Muhaimin Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Eiger Nature resmi diluncurkan, Menko Muhaimin dorong pemberdayaan masyarakat/dok.humas

PeluangNews, Bogor – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyambut peluncuran EIGER Nature di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Destinasi ekowisata yang dikembangkan di kawasan seluas lebih dari 300 hektare itu dinilai memiliki potensi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan olahraga, wisata, dan berbagai aktivitas produktif.

Muhaimin menyampaikan ucapan selamat atas peresmian EIGER Nature. Ia berharap kehadiran destinasi tersebut tidak hanya memperkaya pilihan wisata alam, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Selamat atas peresmian Eiger Nature. Konservasi alam dan pusat rekreasi alam, dengan luas 300 hektare lebih, tentu akan menjadi pusat pemberdayaan; kegiatan olahraga, wisata, dan aktivitas produktif yang membahagiakan,” ujar Muhaimin, dalam pernyataannya, yang dikutip Jumat (30/10/2026).

Dukungan juga disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Ia menilai EIGER Nature dapat menjadi contoh kolaborasi antara sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kriya, dan desain lingkungan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Eiger Nature merupakan manifestasi nyata dari sinergi sektor ekonomi kreatif, kriya, dan desain lingkungan yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Kami ingin momentum ini menjadi pemantik lahirnya inovasi-inovasi karya anak bangsa yang bertumpu pada kekayaan alam dan budaya lokal tanpa merusaknya,” ungkap Menteri Ekraf.

EIGER Nature mengusung tema Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia. Destinasi ini memadukan petualangan, edukasi, rekreasi, budaya, dan pelestarian lingkungan.

Serap 600 Tenaga Kerja Lokal

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif pengembangan EIGER Nature. Menurut dia, destinasi berbasis alam dan petualangan memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia, terutama dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman autentik dan berkelanjutan.

“Saya menyambut baik inisiatif ini, terlebih ketika wisata alam dan petualangan semakin mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata dunia,” kata Widiyanti saat menghadiri peluncuran EIGER Nature, Selasa (27/10/2026).

Ia berharap EIGER Nature dapat menjadi pelopor wisata petualangan yang aman, berkualitas, dan bertanggung jawab dengan mengintegrasikan edukasi, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Dari sisi ekonomi, destinasi ini telah menyerap sekitar 600 tenaga kerja lokal. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 2.000 orang seiring pengembangan investasi pada tahap berikutnya.

“Tadi saya tanya dengan Bapak Ronny Lukito, ada 600 pekerja di sini adalah penduduk setempat dan mudah-mudahan dengan investasi tahap berikutnya bisa mencapai 2.000 orang,” ujarnya.

Baca Juga: EIGER Nature Bangun Kolaborasi untuk Pelestarian Alam dan Masyarakat

Selain penyerapan tenaga kerja, aktivitas pariwisata juga berpotensi membuka pasar bagi UMKM, khususnya usaha kuliner, kerajinan, produk lokal, jasa pemandu, dan layanan pendukung wisata lainnya.

Peluang tersebut menjadi penting agar pertumbuhan destinasi tidak hanya dinikmati pengelola, tetapi turut menggerakkan usaha masyarakat di sekitar kawasan.

Widiyanti menambahkan, pemerintah terus mendorong investasi untuk mengembangkan destinasi baru, meningkatkan daya tarik wisata, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Investasi sektor pariwisata nasional pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun, meningkat 56,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pada semester I-2026, nilainya mencapai Rp39,68 triliun atau tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kembangkan Kawasan dengan Prinsip Konservasi

EIGER Nature dikembangkan di atas lahan tahap pertama seluas 73,23 hektare yang memanfaatkan area PTPN. Pengembangan tersebut juga mengintegrasikan upaya pelestarian kawasan konservasi seluas 253,66 hektare di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Untuk menunjang aktivitas wisata, pengelola menyiapkan sejumlah fasilitas, antara lain Nature Walk, Forest Adventure, dan jembatan gantung (Suspension Bridge). Pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan eksplorasi budaya melalui Cultural Walk serta menikmati fasilitas rekreasi keluarga seperti Tree House, Net Adventure, dan Playscape.

Founder dan Chairman Eiger Group Ronny Lukito menegaskan bahwa menjaga alam membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurut dia, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap dapat menikmati manfaat dan keindahan alam.

“Kecintaan terhadap alam tidak tumbuh hanya melalui kata-kata, dan merawatnya bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh satu pihak semata. Merawat alam bukan sekadar menjaga apa yang kita miliki hari ini, melainkan memastikan generasi penerus dapat mengenal keindahannya, merasakan manfaatnya, dan membangun masa depan yang lebih baik. Mari bergerak bersama dari Indonesia, untuk Indonesia,” ujar Ronny.

CEO EIGER Nature tersebut juga menjelaskan sejumlah upaya pengelola dalam menjaga lingkungan. Saat ini, lahan yang digunakan untuk pembangunan disebut sekitar 1,5 persen, sedangkan ketentuan pemanfaatan yang berlaku, menurut keterangannya, memungkinkan penggunaan hingga 10 persen.

Pengelola mengaku telah menanam sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah. Selain itu, sumur resapan dan kolam retensi dibangun untuk membantu mengendalikan limpasan air serta menjaga tata air kawasan.

Meski demikian, keberlanjutan ekowisata tetap membutuhkan konsistensi dalam pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pengendalian dampak aktivitas pengunjung.

Dibuka untuk Publik Mulai 2 November

Direktur EIGER Nature Bogor Imanuel Wirajaya mengatakan, destinasi tersebut mulai menerima kunjungan masyarakat secara bertahap pada Senin (2/11/2026).

Panorama pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut.

“Aset utama dari Eiger Nature ini, kita selalu mengatakan, aset utama adalah alamnya,” kata Imanuel.

Menurut dia, EIGER Nature tidak hanya menawarkan alternatif rekreasi, tetapi juga pengalaman yang mengajak pengunjung mengenal alam dan budaya Indonesia.

Peluncuran destinasi ini turut dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Kehadiran EIGER Nature menambah pilihan wisata alam di Kabupaten Bogor sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Keberhasilan destinasi ini ke depan akan ditentukan oleh kemampuannya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, manfaat ekonomi bagi masyarakat, dan kelestarian lingkungan. (Aji)

pasang iklan di sini
lpdb.go.id