
PeluangNews, Jakarta — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, rasa kesepian justru masih menjadi persoalan global, terutama di kalangan anak muda. Laporan World Health Organization (WHO) 2025 bahkan mencatat hampir satu dari enam orang di dunia mengalami kesepian, dengan prevalensi tertinggi terjadi pada generasi muda.
Fenomena itu menjadi perhatian Cove, perusahaan penyedia hunian co-living modern berbasis komunitas di Asia Pasifik. Untuk menjawab kebutuhan koneksi sosial para penghuni, Cove resmi meluncurkan community-first Cove App, pembaruan aplikasi terbesar sejak perusahaan mulai beroperasi.
Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan serentak di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Melalui satu aplikasi, pengguna kini tidak hanya bisa mencari dan mengelola hunian, tetapi juga membangun koneksi dengan komunitas penghuni di berbagai negara.
Country Director of Growth & VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis mengatakan, komunitas sebenarnya telah tumbuh secara alami di lingkungan Cove jauh sebelum fitur digital ini diluncurkan.
“Komunitas di Cove sudah terbentuk jauh sebelum pembaruan aplikasi ini ada, baik di area komunal properti, acara komunitas yang kami adakan, hingga pertemanan yang tumbuh antar penghuni,” ujar Dian.
Menurut dia, aktivitas komunitas terbukti berpengaruh terhadap loyalitas penghuni. Berdasarkan data internal perusahaan, sebanyak 98 persen penghuni merasa kegiatan komunitas mendorong mereka untuk memperpanjang masa tinggal.
“Dengan kehadiran community-first Cove App, koneksi bisa terjalin kapan pun dan di mana pun. Untuk pertama kalinya, pengalaman gaya hidup co-living dapat sepenuhnya diakses dalam satu tempat,” katanya.
Selama 2025, Cove telah menggelar 14 acara komunitas di Indonesia. Dari seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, tiga dari empat penghuni memberikan penilaian tertinggi terhadap pengalaman komunitas yang mereka rasakan.
Lewat pembaruan aplikasi ini, Cove menghadirkan fitur media sosial pertama dalam aplikasi co-living di Indonesia. Penghuni kini dapat mengunggah foto dan tulisan, memberikan komentar, hingga bereaksi menggunakan emoji melalui fitur Community Posts.
Tak hanya itu, aplikasi juga dilengkapi fitur Flatmates yang memungkinkan penghuni mengenal tetangga satu properti tanpa rasa canggung. Pengguna dapat melihat profil penghuni lain, mulai dari foto, profesi, hingga minat yang dimiliki.
Meski menghadirkan fitur sosial, Cove menegaskan aspek privasi tetap menjadi prioritas utama. Informasi sensitif seperti nama lengkap dan usia detail penghuni tetap disamarkan demi menjaga keamanan pengguna.
Selain fungsi komunitas, aplikasi ini juga mengintegrasikan pengelolaan hunian dalam satu platform. Penghuni dapat mengakses kontrak sewa, melakukan pembayaran, mengajukan perpanjangan masa tinggal, hingga memesan kamar harian langsung dari aplikasi.
Cove juga menghadirkan fitur Community Events yang memungkinkan penghuni menemukan dan mendaftar berbagai aktivitas komunitas, mulai dari olahraga bersama, workshop kreatif, hingga acara sosial.
Dian menilai kehadiran aplikasi ini bukan sekadar inovasi digital, tetapi bagian dari upaya membangun pengalaman tinggal yang lebih personal di tengah gaya hidup urban yang semakin individualistis.
“Melalui pembaruan ini, kami ingin tidak hanya mempermudah pengelolaan hunian, tetapi juga membantu penghuni membangun koneksi dan rasa memiliki dalam komunitas,” pungkas Dian.








