hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Kadinkes Tangerang: ODGJ Jangan Dikucilkan, Harus Diterima dan Diberdayakan

Kadinkes Tangerang: ODGJ Jangan Dikucilkan, Harus Diterima dan Diberdayakan
Kadinkes Tangerang: ODGJ Jangan Dikucilkan, Harus Diterima dan Diberdayakan/dok.humas

PeluangNews, Tangerang – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengajak masyarakat untuk menghentikan stigma dan perlakuan diskriminatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia menegaskan, ODGJ bukanlah kelompok yang harus dijauhi atau dikucilkan, melainkan perlu diterima, mendapatkan pengobatan, pendampingan, serta diberdayakan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Hendra saat mendampingi kunjungan Pemerintah Kabupaten Tangerang ke Yayasan Benteng Darul Iman (BDI) di Sindang Jaya, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2026). Yayasan binaan Koperasi BMI Group itu bergerak di bidang pendampingan dan pemulihan ODGJ. Dalam kunjungan tersebut turut hadir Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan jiwa, agar lingkungan sekitar dapat menerima mereka dengan baik. Kita semua adalah hamba Allah dan berhak diperlakukan secara manusiawi,” ujar Hendra.

Baca Juga: Bupati Tangerang Apresiasi Yayasan ODGJ Benteng Darul Iman, 200 Pasien Berhasil Dipulihkan

Ia menekankan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam proses pemulihan pasien. Karena itu, anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa sebaiknya tidak diasingkan, melainkan segera mendapatkan penanganan medis melalui fasilitas kesehatan terdekat.

“Jangan dikucilkan. Berikan pengobatan melalui layanan kesehatan seperti puskesmas. Jika diperlukan, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit jiwa. Pemerintah siap membantu, termasuk dalam hal pendampingan dan akomodasi,” katanya.

Menurut Hendra, stigma sosial masih menjadi tantangan besar dalam penanganan ODGJ. Banyak pasien kehilangan peluang untuk pulih karena dijauhkan dari lingkungan sosialnya sendiri.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang mendorong pendekatan rehabilitasi yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menyentuh pemberdayaan sosial dan ekonomi.

“Yang terpenting adalah jangan sampai mereka kehilangan aktivitas. Mereka perlu diberi ruang untuk melakukan kegiatan positif sesuai kemampuan dan bakat yang dimiliki,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setiap pasien memiliki kondisi dan latar belakang yang berbeda sehingga proses pemulihan harus dilakukan secara personal melalui edukasi, pendampingan, hingga pelatihan keterampilan.

Pemkab Tangerang, lanjut Hendra, juga telah menyiapkan berbagai program pelatihan melalui UPT PMKS serta kerja sama dengan Kementerian Sosial melalui Sentra Mulya guna mendukung rehabilitasi sosial bagi para penyintas ODGJ.

“Kalau memang perlu pelatihan, tentu akan kita dampingi. Harapannya mereka tetap produktif dan mampu kembali berperan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Hendra turut mengapresiasi peran Koperasi BMI Group yang dinilai menghadirkan pendekatan berbeda dalam penanganan ODGJ, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi dan aktivitas usaha produktif.

Baca Juga: Kambara: Koperasi Harus Hadirkan Harapan Hidup, BMI Bantu Pemulihan Ratusan ODGJ

“Saya mengapresiasi kehadiran BMI di sini. Mereka memberikan ruang bagi para penyintas untuk memiliki aktivitas usaha sesuai minat dan kemampuannya, seperti bengkel, usaha sembako, servis AC, maupun keterampilan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap penanganan ODGJ ke depan dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, yayasan sosial, serta masyarakat luas, sehingga para pasien tidak hanya pulih secara medis, tetapi juga mampu kembali hidup mandiri dan bermartabat.

“Mudah-mudahan saudara-saudara kita bisa kembali sehat, pulang ke keluarga, diterima lingkungan, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Aji)

ODGJ Kabupaten Tangerang diberdayakan, ODGJ Kabupaten Tangerang diberdayakan

pasang iklan di sini
octa vaganza