hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

ParagonCorp Kembangkan Smart Lab Berbasis AI

ParagonCorp hadir di forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026. Foto: ParagonCorp
ParagonCorp hadir di forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026. Foto: ParagonCorp

PeluangNews, Jakarta — Industri kecantikan nasional mulai memasuki era baru. ParagonCorp mengungkapkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses riset dan pengembangan produk kecantikan untuk menciptakan formula yang lebih personal, presisi, dan sesuai dengan karakteristik kulit konsumen Indonesia.

Transformasi tersebut diperkenalkan melalui pengembangan Smart Lab 2.0, sistem riset terintegrasi berbasis AI yang kini digunakan dalam proses formulasi, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen.

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan perusahaan kini tidak lagi sekadar melakukan digitalisasi laboratorium, tetapi mulai membangun sistem AI di atas infrastruktur riset yang sudah terintegrasi.

“Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas infrastruktur R&D yang telah terintegrasi. Tujuannya bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga membantu proses riset menjadi lebih adaptif, sistematis, dan scalable,” ujar dr. Sari dalam forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

ParagonCorp yang saat ini memiliki lebih dari 17 brand dan sekitar 2.000 produk aktif menghadapi tantangan pengembangan produk yang semakin kompleks. Mulai dari pemilihan bahan aktif, stabilitas formula, hingga penyesuaian warna produk dengan karakteristik kulit konsumen lokal.

Salah satu implementasi AI yang kini digunakan adalah AI Color Matching. Teknologi tersebut memanfaatkan kalibrasi spektrofotometer dan colorant tinting database untuk menghasilkan formula warna prediktif dengan tingkat akurasi lebih dari 95 persen.

Tak hanya itu, teknologi tersebut juga mampu memangkas waktu formulasi hingga sekitar 60 persen dibandingkan metode konvensional.

Pemanfaatan AI juga dilakukan dalam proses ingredient discovery dan intelligent experiment design melalui pengolahan biological big data seperti skin genomics, metabolomics, hingga skin microbiome.

Pendekatan itu membantu peneliti menemukan kandidat bahan aktif yang lebih relevan untuk berbagai kebutuhan kulit, mulai dari brightening, anti-acne, hingga perbaikan skin barrier.

“AI membantu kami memahami konsumen Indonesia secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi preferensi, tetapi juga karakteristik biologis kulitnya. Dari sanalah inovasi yang benar-benar relevan dapat lahir,” kata dr. Sari.

Menariknya, ParagonCorp juga membangun dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia untuk menciptakan shade cushion dan foundation yang lebih representatif terhadap keberagaman kulit lokal.

Menurut dr. Sari, AI di perusahaan bukan diposisikan sebagai pengganti manusia, melainkan alat bantu untuk mempercepat proses inovasi secara lebih terarah dan efisien.

“AI bagi kami adalah co-pilot, bukan autopilot. AI membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi penentu utama dalam menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Ke depan, ParagonCorp juga tengah menyiapkan pengembangan Smart Lab 3.0 yang mencakup robotic formulation, automated warehouse, hingga sistem pilot scale otomatis tertutup.

Partisipasi ParagonCorp dalam ICI 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong industri kosmetik nasional yang lebih inovatif, inklusif, dan berdaya saing global dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, etika, dan kebutuhan konsumen.

 

octa vaganza