hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Energi  

DEN Soroti Inovasi Energi Hybrid Cirata

Dewan Energi Nasional (DEN) mengapresiasi langkah PLN Nusantara Power dalam mengembangkan kawasan pembangkit energi hybrid di Cirata, Jawa Barat.
Dewan Energi Nasional (DEN) mengapresiasi langkah PLN Nusantara Power dalam mengembangkan kawasan pembangkit energi hybrid di Cirata, Jawa Barat.

PeluangNews, Jakarta-Dewan Energi Nasional (DEN) mengapresiasi langkah PLN Nusantara Power dalam mengembangkan kawasan pembangkit energi hybrid di Cirata, Jawa Barat.

Integrasi antara PLTA Cirata dan PLTS Terapung Cirata dinilai menjadi model masa depan pengembangan energi bersih nasional di tengah upaya percepatan transisi energi.

Kawasan Waduk Cirata kini menjadi salah satu simbol transformasi sektor ketenagalistrikan Indonesia. Di lokasi tersebut, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) terbesar di Indonesia berkapasitas 1.008 Mega Watt (MW) dipadukan dengan PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 Mega Watt Peak (MWp), yang merupakan PLTS terapung terbesar di Indonesia dan ASEAN.

Anggota DEN unsur pemangku kepentingan industri, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan konsep pembangkit hybrid di Cirata membuktikan Indonesia mampu menghadirkan sistem energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan.

“Integrasi PLTA dan PLTS terapung mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target bauran energi baru terbarukan,” ujar Sripeni saat meninjau kawasan energi bersih Cirata, Rabu (13/5).

Selain menjadi proyek strategis energi hijau, Cirata juga disebut sebagai contoh optimalisasi energi terbarukan tanpa membutuhkan tambahan lahan besar. Pemanfaatan waduk eksisting untuk PLTS terapung dinilai menjadi solusi inovatif di tengah tantangan ketersediaan lahan.

“Cirata menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan energi bersih berbasis inovasi. Kombinasi PLTA dan PLTS terapung ini menjadi model penting dalam pemanfaatan sumber daya energi terbarukan secara optimal,” tambahnya.

Di tengah pengembangan tersebut, pengelola PLTS Terapung Cirata juga tengah menangani tantangan teknis pada sebagian floater atau unit pengapung yang mengalami penurunan elevasi akibat keberadaan biota air endemik di Waduk Cirata.

Operator proyek, Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energy (PMSE), disebut telah bergerak cepat melakukan penggantian floater secara bertahap dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

“PLTS Terapung Cirata tetap beroperasi normal, dan tantangan ini justru dapat membuka ruang penelitian bagi kalangan akademisi untuk mendukung pengembangan PLTS terapung lainnya di masa mendatang,” kata Sripeni.

Sementara itu, Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, menegaskan proyek hybrid Cirata menjadi bagian penting komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan target Net Zero Emission.

“Cirata menjadi bukti bahwa inovasi dan kolaborasi mampu menghadirkan solusi energi masa depan bagi Indonesia,” ujar Komang.

PLTS Terapung Cirata sendiri telah beroperasi sejak November 2023 dan kini menjadi salah satu proyek energi baru terbarukan paling strategis di Indonesia. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan PLTS terapung di berbagai waduk dan badan air potensial lain di Tanah Air.

Melalui pengoperasian pembangkit hybrid Cirata, PLN Nusantara Power menegaskan perannya sebagai subholding pembangkitan yang tidak hanya menjaga keandalan listrik nasional, tetapi juga mempercepat pembangunan energi berkelanjutan di Indonesia.

pasang iklan di sini
octa vaganza