hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Pemerintah Pastikan Minyakita Tetap Rp15.700 per Liter

Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Mendag Budi Santoso sidak ke pasar Palmerah.
Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Mendag Budi Santoso sidak ke pasar Palmerah.

PeluangNews, Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5).

Dalam sidak tersebut, pemerintah memastikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama minyak goreng MINYAKITA, masih terkendali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dalam peninjauan itu, Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan menyebut harga MINYAKITA di wilayah Sumatra dan Jawa masih berada di kisaran HET Rp15.700 per liter. Namun, pemerintah mengakui harga di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku masih relatif tinggi akibat kendala distribusi.

“Stok aman, tidak ada masalah. Untuk Papua dan Maluku memang tinggi, dan Bulog siap menyuplai. Masalahnya ada di distribusi, oleh karena itu kami selalu meminta bantuan Bulog terutama untuk distribusi ke wilayah Timur,” ujar Mendag Busan.

Pemerintah pun mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dan BUMN pangan untuk menjaga stabilitas harga. Menurut Mendag Busan, distribusi minyak goreng dari skema domestic market obligation (DMO) kini bahkan telah melampaui ketentuan minimal.

“Minimal 35 persen dan pada prinsipnya produsen tidak ada masalah. Sekarang sudah lebih dari 50 persen minyak goreng DMO yang tersalurkan melalui BUMN Pangan. Semoga semua lancar dan masalah distribusi di Papua serta Maluku cepat selesai,” katanya.

Ia menegaskan, MINYAKITA bukan minyak goreng subsidi, melainkan bagian dari kewajiban pasokan dalam negeri atau DMO yang harus dipenuhi pelaku usaha.

Selain memastikan pasokan, Kemendag juga terus memantau pergerakan harga bahan pokok di seluruh Indonesia melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Data harga dari 514 kabupaten/kota di 38 provinsi ditampilkan secara real time melalui laman SP2KP Kemendag.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan kondisi pangan nasional saat ini dalam kondisi aman dengan stok yang melimpah. Ia meminta Perum Bulog mempercepat distribusi MINYAKITA ke daerah yang harga jualnya masih di atas HET.

“Harga pangan secara keseluruhan aman dan stok berlebih. Tinggal distribusi yang perlu diperkuat, terutama ke Papua dan Maluku,” papar Zulhas.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Palmerah, sejumlah komoditas dijual sesuai bahkan di bawah HET dan Harga Acuan. Beras SPHP Bulog dijual Rp12.500 per kilogram, MINYAKITA Rp15.700 per liter, telur ayam ras Rp27.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp40.000 per kilogram.

Selain itu, cabai merah keriting dijual Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp55.000 per kilogram, bawang putih honan Rp35.000 per kilogram, hingga tepung terigu Rp12.000 per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Palmerah, Eko, mengaku menjual MINYAKITA kemasan dua liter seharga Rp31.400 atau sesuai HET. Ia berharap pasokan minyak goreng rakyat tersebut terus tersedia di pasar.

“Saya inginnya stok ada terus,” ujar Eko.

Pedagang lainnya, Anwar, mengatakan minyak goreng premium berbagai merek dijual Rp21.000 per liter dan masih banyak dicari pembeli. Ia juga menjual telur ayam ras Rp27.000 per kilogram atau di bawah HET.

“Kalau bisa harganya terus stabil supaya semakin terjangkau masyarakat,” jelas Anwar.

pasang iklan di sini
octa vaganza