KUR Industri Kreatif , HKI Kini Bisa Jadi Jaminan Pinjaman

PeluangNews, Jakarta – Pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp10 triliun untuk mendukung pelaku industri kreatif berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau intellectual property (IP).
Hal itu diungkapkan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dalam peluncuran Indonesia Animation Report 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Riefky mengatakan skema tersebut lahir dari gagasannya agar pelaku industri kreatif mendapatkan akses pembiayaan seperti UMKM pada umumnya.
Ia menilai sertifikat HKI yang diterbitkan pemerintah sudah seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai agunan pembiayaan usaha.
“Kalau UMKM punya KUR, kenapa industri kreatif berbasis kekayaan intelektual tidak punya? Sertifikat HKI yang dikeluarkan Menteri Hukum seharusnya bisa dijadikan agunan,” ujar Riefky.
Baca Juga: NTB Kembangkan Kopi Lokal untuk Wisata dan Ekspor
Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akhirnya menyetujui alokasi dana KUR sebesar Rp10 triliun pada 2026. Program ini menyasar pelaku usaha kreatif pemula dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.
Meski demikian, Riefky menjelaskan sertifikat HKI pada tahap awal masih berfungsi sebagai agunan tambahan, bukan jaminan utama dalam pengajuan kredit.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah persyaratan bagi pelaku usaha kreatif yang ingin mengakses pembiayaan tersebut, di antaranya usaha telah berjalan minimal dua tahun dan memiliki rata-rata omzet bulanan di atas Rp50 juta.
Riefky menegaskan akses permodalan masih menjadi tantangan terbesar industri animasi nasional. Berdasarkan data pemerintah, sekitar 85 persen studio animasi di Indonesia masih menghadapi kendala pembiayaan.
Untuk memperkuat implementasi pembiayaan berbasis IP, Kementerian Ekraf juga telah melantik 64 penilai kekayaan intelektual atau IP Valuator pertama di Indonesia yang bertugas membantu proses valuasi aset HKI industri kreatif.
Sementara itu, Indonesia Animation Report 2026 resmi diluncurkan sebagai studi komprehensif yang memetakan kondisi, potensi, dan tantangan industri animasi nasional. (Aji)








