hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Daerah  

APBD Harus Dirasakan Warga, Ini Pesan Bupati Bekasi

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Foto: pemkab bekasi/peluangnews
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Foto: pemkab bekasi/peluangnews

PeluangNews, Bekasi — Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengingatkan agar pembangunan daerah tidak berhenti pada pencapaian angka dan laporan administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan untuk kepentingan publik.

“Jangan sampai pembangunan hanya terlihat dalam angka dan laporan, tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat. Setiap rupiah dalam APBD harus dipertanggungjawabkan dan diupayakan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan publik,” kata Asep, saat memimpin apel perdana di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin, (26/10/2026).

Menurut Asep, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar dari sektor industri, perdagangan, pertanian, hingga sumber daya manusia. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar mampu mendorong pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan, pengelolaan potensi daerah harus berjalan seiring dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Dengan demikian, program pembangunan tidak sekadar memenuhi target administratif, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.

Asep juga mengingatkan bahwa pembangunan Kabupaten Bekasi tidak dapat hanya mengandalkan kepala daerah. Peran aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, dinilai penting untuk menyelesaikan persoalan yang saling berkaitan.

“Karena itu, bangun komunikasi yang baik, perkuat koordinasi, dan jadikan setiap persoalan sebagai tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Selain menekankan akuntabilitas anggaran dan kolaborasi birokrasi, Asep mendorong terciptanya lingkungan kerja pemerintahan yang terbuka terhadap kritik. Menurut dia, masukan yang disampaikan berdasarkan data dan fakta, disertai solusi yang dapat diterapkan, menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Kita tidak boleh anti-kritik, karena kritik yang dibangun merupakan bagian penting dalam perbaikan pemerintahan. Saya ingin bangun suasana kerja yang sehat, terbuka, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta seluruh ASN menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, integritas sebagai prinsip, dan profesionalisme sebagai standar dalam menjalankan tugas. Kepuasan masyarakat juga perlu menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pelayanan pemerintah daerah.

“Saya mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan hati, berpikir dengan jernih, bertindak sesuai aturan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi Kabupaten Bekasi. Ingat, masyarakat menaruh harapan pada kita,” pungkas Asep.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id