hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Kemendag Luncurkan Peta Jalan SDM Perdagangan hingga 2045

peluncuran “Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045” dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU). Foto: humas/peluangnews
Peluncuran “Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045” dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU). Foto: humas/peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Di tengah persaingan perdagangan global yang semakin dinamis, Indonesia tak hanya dituntut memiliki produk unggulan dan pasar ekspor yang luas, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk merumuskan dan menjalankan kebijakan perdagangan. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan peta jalan pengembangan SDM perdagangan hingga 2045.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pembangunan sektor perdagangan nasional membutuhkan SDM yang kompeten, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan dinamika perdagangan global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran “Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045” dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU) di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Mendag yang akrab disapa Busan itu mengatakan, kedua instrumen tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun kompetensi SDM perdagangan secara terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, SDM Kemendag diharapkan mampu mendukung pembangunan nasional sekaligus mendorong tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

“Dengan peluncuran cetak biru dan Trade CorpU ini, Kemendag dapat menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan perdagangan yang sesuai dengan program serta kebutuhan pemerintah untuk terus meningkatkan sektor perdagangan. Kebijakan perdagangan akan berjalan dengan baik apabila didukung ASN yang kompeten dan kredibel,” ujar Mendag Busan.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan SDM perdagangan yang mampu menjawab tantangan sekaligus kebutuhan sektor perdagangan yang terus berkembang.

Peta Jalan SDM Perdagangan hingga 2045

Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 disusun sebagai rencana induk sekaligus peta jalan pengembangan SDM perdagangan dalam jangka panjang.

Dokumen tersebut diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 serta arah pembangunan nasional untuk mewujudkan SDM perdagangan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global.

Transformasi SDM perdagangan dalam cetak biru tersebut dibagi ke dalam tiga fase. Fase pertama, pada 2026–2035, berfokus pada transformasi fundamental dan penguatan ekosistem. Selanjutnya, periode 2036–2040 diarahkan pada akselerasi daya saing dan inovasi nilai tambah.

Adapun pada fase terakhir, 2041–2045, Indonesia ditargetkan memasuki tahap kepemimpinan perdagangan global dan konsolidasi.

Peluncuran cetak biru ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Implementasi Trade CorpU oleh Mendag Budi Santoso, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, serta para Pimpinan Tinggi Madya Kemendag.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag Busan juga secara simbolis menerima Buku Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono.

Cetak biru itu memuat delapan agenda strategis, mulai dari penguatan kerangka kompetensi perdagangan, arsitektur pembelajaran, ekosistem pembelajaran digital, sertifikasi dan kredensial, hingga pembangunan infrastruktur pembelajaran dan sertifikasi perdagangan yang inklusif.

Agenda lainnya mencakup penguatan kemitraan dan inovasi, modernisasi organisasi dan Human Capital Excellence, serta pembinaan dan tata kelola SDM aparatur perdagangan.

Mendag Busan menekankan, pengembangan SDM melalui Trade CorpU tidak berdiri sendiri. Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tiga program utama Kemendag, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.

“Trade CorpU menjadi satu paket dengan program prioritas Kemendag. Persiapan dari hulu ke hilir juga berarti mempersiapkan SDM perdagangan,” kata Mendag Busan.

Kepala BPSDMP Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, menjelaskan penyelenggaraan Trade CorpU didasari Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kompetensi melalui Sistem Pembelajaran Terintegrasi di Bidang Perdagangan.

Regulasi tersebut mengatur sistem pembelajaran terintegrasi, mulai dari diagnosis kebutuhan hingga penjaminan mutu pembelajaran. Pengembangan kompetensi yang dilakukan mencakup aspek teknis, manajerial, dan sosial-kultural.

Selain itu, Trade CorpU mendorong pemanfaatan teknologi pembelajaran serta rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Sistem ini juga diintegrasikan dengan manajemen talenta dan manajemen pengetahuan di lingkungan Kemendag untuk mendukung pengembangan talenta sekaligus meningkatkan kinerja organisasi.

“Keberhasilan Trade CorpU sangat bergantung pada keterlibatan seluruh unit di Kemendag. Pendekatan Trade CorpU bukan one-size-fits-all, tetapi unik sesuai penilaian kebutuhan spesifik (specific needs assessment) setiap unit kerja dengan mengikuti dinamika yang ada,” jelas Djatmiko.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini mengapresiasi peluncuran cetak biru dan Trade CorpU.

Menurut Rini, kedua instrumen tersebut menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan ASN bidang perdagangan yang adaptif dan siap menghadapi perubahan global di masa depan atau future ready.

Ia menilai cetak biru memberikan arah mengenai kompetensi dan kapabilitas SDM yang dibutuhkan, sedangkan Trade CorpU menjadi instrumen untuk mewujudkan kebutuhan tersebut melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi.

“Cetak biru akan memberikan arah pengembangan kompetensi dan kapabilitas SDM yang kita perlukan, sementara Trade CorpU akan mewujudkan hal itu,” ujar Rini.

Pada kegiatan tersebut, Mendag Busan juga memberikan penghargaan Niaga Werdhitama kepada pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi yang telah mendukung pengembangan SDM perdagangan.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kemendag yang diwakili Kepala BPSDMP dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang diwakili Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe.

Salah satu penerima penghargaan Niaga Werdhitama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta Anton Raharja, menyambut positif peluncuran cetak biru tersebut.

Menurutnya, dokumen tersebut memberikan arah yang lebih jelas bagi pengembangan SDM di sektor perdagangan, baik untuk memperkuat pasar domestik maupun meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.

“Pengembangan SDM perdagangan menjadi lebih terarah. Kami harap SDM perdagangan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan perdagangan Indonesia di dalam maupun luar negeri,” ujar Anton.

Peluncuran Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade CorpU turut dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, jajaran pimpinan Kemendag, Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arif Fakrulloh, serta Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq.

Melalui dua instrumen tersebut, Kemendag menargetkan pembangunan SDM perdagangan tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi persaingan perdagangan global menuju 2045.

 

pasang iklan di sini
lpdb.go.id