hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Transformasi Keberlanjutan Koperasi Karyawan BUMN Menjadi Holding

Koperasi Karyawan (Kopkar) BUMN saat ini adalah raksasa tidur dengan potensi 1,6 Juta karyawan/anggota yang dapat menjadi kedaulatan ekonomi tersendiri, mencapai kesejahteraan bersama dan didukung oleh sang Induk BUMN.

Namun sayangnya, selama puluhan tahun koperasi di lingkungan BUMN terjebak dalam stigma klasik: tempat menyimpan uang saat darurat atau sekadar menyediakan kebutuhan kantor sisa-sisa. Sering ada anekdot, gaji karyawan BUMN “sepuluh koma” artinya tanggal 10 sudah koma dan akhirnya berlabuh di Kopkar. Padahal, di era disrupsi ini, koperasi seharusnya menjadi “kapal induk” bagi kesejahteraan karyawan.

Selain itu, saat ini masing-masing Kopkar BUMN berjalan sendiri-sendiri, size kecil dan tanpa daya tawar  atau terfragmentasi. Kita membutuhkan satu pintu kekuatan modal untuk bertransformasi menjadi pemain utama di pasar nasional, minimal membantu Induknya (BUMN) dan bersama sama mencapai kesejahteraan.

Transformasi Kopkar BUMN menjadi Koperasi Multi Pihak (KMP) adalah jawaban atas mandeknya pertumbuhan Kopkar eksisting. Dengan KMP, Kopkar BUMN tidak lagi berdiri sebagai menara gading, melainkan menjadi jembatan yang menyatukan modal karyawan, produk petani desa, dan teknologi digital dalam satu kedaulatan ekonomi yang tangguh.

Masa depan Kopkar BUMN yang kuat bukan terletak pada seberapa besar meminjamkan uang, melainkan seberapa produktif mengelola modal anggota di sektor riil. Kopkar BUMN idealnya adalah koperasi konsumen yang menyediakan kebutuhan anggotanya atau koperasi produsen yang menghasilkan nilai tambah dan berkiprah dalam berbagai jenis industri.

Transformasi ini harus dimulai dari sekarang melalui audit masif digital dan penyatuan visi antar-direksi BUMN yang mampu melihat potensi Kopkar BUMN yang luar biasa. Kita ingin di tahun 2030, Indonesia bangga memiliki koperasi yang masuk dalam jajaran 100 koperasi terbaik dunia.

Kedaulatan ekonomi digital adalah hak 1,6 juta karyawan BUMN yang harus diperjuangkan.  Mari kita berhenti menjadi penonton di rumah sendiri. Mari karyawan BUMN raih piala kemenangan ekonomi itu dengan tangan kita sendiri.

pasang iklan di sini
octa vaganza