Perayaan ulang tahun Koperasi Kana dilaksanakan sederhana namun berkesan dengan menggelar outbound dan gala dinner. Koperasi eksportir gula putih ini siap tancap gas di tahun kuda api dengan memperluas pabrik gula dan mengakuisisi BPR.

Dalam usia yang masih tergolong belia, baru tiga tahun, Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat telah berkontribusi penting memperkuat perekonomian, utamanya dalam rantai pasok komoditas pangan. Koperasi yang memiliki pabrik gula merah ini juga menjadi mitra strategis bagi ratusan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Atas kiprah dan kinerjanya yang kian bertaji, Kopmen Kana menuai beragam prestasi antara lain masuk dalam jajaran 100 Koperasi Besar Indonesia dan Koperasi Ekspor Terbaik. Sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian yang diraih dan sekaligus memperingati HUT ke-3, koperasi yang didirikan pada 26 Agustus 2023 itu melaksanakan kegiatan outbound serta gala dinner di Jawa Timur pada 30 April 2026 sampai dengan 2 Mei 2026.
“Kegiatan ini untuk memperkuat kebersamaan di internal sebagi modal penting menjalani tahun akselerasi pengembangan usaha,” ungkap Jonathan Danang Wardhana, biasa disapa Danang, Ketua Koperasi Kana.
Pencapaian kinerja gemilang pada tahun lalu dari koperasi yang memiliki aset sebesar Rp149,15 miliar pada 2025 itu tidak lantas membuat pengurus cepat berpuas diri. Tahun ini Koperasi Kana mencanangkan sebagai tahun akselerasi pengembangan bisnis untuk memperbesar skala usaha.
Berbagai inisiatif strategis telah disiapkan antara lain meningkatkan kapasitas produksi gula merah dengan memperluas pabrik dan mencari sumber pendaaan di luar anggota untuk memperkuat permodalan. Selain itu, Koperasi Kana juga akan mengakusisi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Danang menambahkan, peningkatan risiko ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik memberikan tantangan tersendiri. Ambil contoh, ganggunan rantai pasok global berdampak pada ekspor gula putih ke China. Namun demikian, dengan fundamental ekonomi domestik yang kuat ia yakin usaha Koperasi Kana akan tumbuh sesuai yang ditargetkan.
“Penguatan pasar domestik akan terus dilakukan seperti pada komoditas gula merah dengan memperluas pabrik serta upaya meningkatkan jumlah anggota sebagai bagian dari layanan koperasi yang inklusif,” ujar Danang.
Koperasi Kana juga termasuk koperasi yang paling agresif dalam memperkuat kemitraan dengan KDKMP. Pada tahun ini, Koperasi Kana menargetkan kerja sama dengan 700 KDKMP yang tersebar di berbagai daerah antara lain Jawa Timur, Jambi, dan Sumatera Utara dalam program Koperasi Manis.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Koperasi Kana menyediakan pendanaan operasional sebesar Rp2 juta perbulan untuk setiap mitra KDKMP. Selain itu, produk sembako dapat diperoleh melalui sistem konsinyasi tanpa downpayment (DP), dengan nilai transaksi mencapai Rp200 juta perbulan per-KDKMP.
Hal itu bertujuan untuk mempermudah akses koperasi dalam memperoleh barang dengan sistem pembayaran yang fleksibel, sehingga meningkatkan efisiensi dan kelancaran distribusi sembako kepada masyarakat.Program Koperasi Manis merupakan wujud nyata dukungan Koperasi Kana terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurut Danang, Koperasi Manis selain distribusi gula, juga mencakup sembako untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Koperasi Manis, juga ditujukan agar koperasi yang diinisiasi pemerintah itu dapat tumbuh, mandiri, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. “Inilah saatnya koperasi menunjukkan peran sebagai garda depan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Kunjungan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat
Kontribusi Koperasi Kana dalam memperkuat ketahanan pangan nasional menarik perhatian pemerintah. Ini tercermin dari kunjungan kerja Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) ke kantor pusat Koperasi Kana di Surabaya Jawa Tmur, 23 -24 April 2026.
Kunjungan kerja Kemenko PM diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison dan jajarannya. Kegiatan itu bertujuan untuk melihat secara langsung pengelolaan usaha, pemberdayaan anggota dan keberhasilan dalam melaksanakan fungsi sosial dan ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, Deputi dan jajarannya juga mengunjungi pabrik gula merah PT Indogula Jayabaya di Kediri, Jawa Timur. Perusahaan ini merupakan salah satu anak perusahaan Koperasi Kana. Di pabrik rombongan mengamati proses pengolahan tebu hingga menjadi gula merah.
Sementara saat berkunjung ke kantor pusat Koperasi Kana, rombongan ingin mengetahui implementasi tata kelola koperasi, penerapan SOP, struktur kelembagaan, manajemen SDM, sistem keuangan, serta alur proses bisnis yang dilaksanakan oleh Koperasi Kana.
Keberhasilan Koperasi Kana dalam mengembangkan usaha maupun berkontribusi memperkuat ketahanan pangan untuk meningkatkan kesejahtraan anggota dan masyarakat telah menjadi magnet dan menginspirasi banyak pihak. Selamat merayakan ulang tahun ke-3 Koperasi Kana. (Dje)





