
PeluangNews, Bogor – Di tengah ramainya gelaran Campuspreneur 2026 di IPB University, perhatian pengunjung tak hanya tertuju pada diskusi kewirausahaan yang berlangsung di dalam auditorium. Di area pameran, sebuah stan bernuansa merah muda justru menjadi magnet tersendiri. Deretan kemasan mungil berwarna-warni mengundang rasa penasaran banyak orang untuk singgah dan mencari tahu produk di balik tampilannya yang menarik.

Stan tersebut milik Timeless by Six, sebuah usaha rintisan mahasiswa yang menghadirkan parfum stick balm vegan-friendly dan bebas alkohol. Meski baru memulai produksi beberapa bulan lalu, produk ini telah menjadi salah satu contoh bagaimana ide sederhana dari ruang kuliah dapat berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan.
Suasana Campuspreneur 2026 pada Jumat (12/6) memang dipenuhi semangat anak muda. Di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB University, Bogor, mahasiswa, pelaku usaha muda, dan akademisi berkumpul membahas inovasi serta peluang produk lokal menembus pasar global. Sementara di luar ruangan, sebanyak 12 stan usaha mahasiswa memamerkan hasil kreativitas dan inovasi mereka kepada para pengunjung.
Di antara deretan stan itu, Timeless by Six tampil menonjol. Kemasan parfum stik dengan warna merah muda, biru, cokelat, hijau, hingga ungu muda sukses menarik perhatian pengunjung yang penasaran dengan isi produknya.
Di balik usaha tersebut berdiri Nur Maharani Al Karim atau Rani, mahasiswi semester empat Sekolah Bisnis IPB University. Dengan penuh antusias, ia menjelaskan produk yang dirintis bersama timnya kepada setiap pengunjung yang datang.
“Timeless by Six merupakan produk parfum stick balm yang vegan-friendly dan bebas alkohol. Saat ini, kami memiliki lima varian. Awalnya, usaha ini berangkat dari tugas kuliah yang kami kerjakan. Dari tugas tersebut, dosen kami merekomendasikan untuk melanjutkannya melalui Program Mahasiswa Wirausaha,” ujar Rani.
Siapa sangka, tugas kuliah yang awalnya hanya dikerjakan untuk memenuhi kewajiban akademik justru menjadi titik awal lahirnya sebuah usaha. Dorongan dari dosen untuk mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadi momentum penting yang mengubah ide tersebut menjadi produk nyata.
Melalui program tersebut, Rani dan tim memperoleh dukungan pendanaan untuk mengembangkan konsep yang mereka miliki. Setelah melalui berbagai proses, Timeless by Six mulai memproduksi produknya pada Februari 2026.
Meski usia usahanya belum genap satu tahun, Timeless by Six telah memiliki lima varian aroma dan mulai diperkenalkan dalam berbagai kegiatan kampus serta pameran kewirausahaan.
“Sejauh ini, kami masih fokus menjual ke teman-teman Sekolah Bisnis. Kami juga sempat ikut IPB Job Fair, lalu direkomendasikan mengikuti Campuspreneur dari Kementerian Perdagangan,” katanya.
Momentum Campuspreneur 2026 menjadi semakin berarti bagi Rani ketika ia mengikuti sesi Coaching Clinic yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Dalam sesi itu, Rani dan tim mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan para mentor dari Indonesia Design Development Center (IDDC) mengenai pengembangan merek dan kemasan produk.
Meski sebelumnya merasa desain kemasan Timeless by Six sudah cukup menarik, Rani mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang membuka cara pandangnya terhadap pentingnya identitas visual sebuah produk.
“Coaching Clinic ini benar-benar membuka perspektif baru bagi saya. Ternyata banyak hal kecil dalam desain kemasan yang dapat membuat produk terlihat lebih menarik dan memiliki karakter yang kuat. Setelah mengikuti sesi ini, saya jadi semakin bersemangat untuk memperbaiki dan mengembangkan jenama ini,” ujarnya.
Berbagai masukan yang diperoleh dari para mentor tak hanya berkaitan dengan kemasan, tetapi juga peluang pengembangan produk. Salah satu ide yang muncul adalah menghadirkan produk turunan yang tetap selaras dengan identitas merek Timeless by Six.
“Coaching Clinic juga memberikan ide menarik untuk mengembangkan produk turunan seperti bag charm atau keychain yang masih relevan dengan identitas jenama. Dengan begitu, nilai yang ditawarkan kepada konsumen bisa lebih luas lagi,” ungkapnya.
Saat ini, Rani dan tim tengah menyiapkan sejumlah varian aroma baru sekaligus menjajaki peluang memperluas pemasaran melalui berbagai platform niaga elektronik atau e-commerce.
Namun bagi Rani, tujuan yang ingin dicapai tidak berhenti pada peningkatan penjualan semata. Campuspreneur menjadi ruang untuk membuka jaringan dan memperluas peluang usaha ke tingkat yang lebih tinggi.
“Setelah ikut Campuspreneur, kami harap bisa mendapat banyak relasi sebagai batu loncatan agar Timeless by Six berkembang terus, juga bisa ekspor,” tambah Rani.
Menjelang sore, ketika pengunjung mulai meninggalkan area pameran, kemasan-kemasan mungil di stan Timeless by Six masih tersusun rapi di atas meja. Namun lebih dari sekadar produk, yang tersisa adalah cerita tentang keberanian memulai sebuah mimpi.
Mimpi yang lahir dari sebuah tugas kuliah, tumbuh melalui proses belajar dan kerja keras, lalu perlahan menemukan jalannya sendiri menuju pasar yang lebih luas. Di tangan Rani dan timnya, Timeless by Six bukan sekadar parfum dalam kemasan kecil, melainkan simbol bahwa ide sederhana dari kampus pun bisa berkembang menjadi usaha yang suatu hari nanti menembus pasar internasional.








