hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
UMKM  

Bintan Catat Lonjakan Wisatawan, Kementerian UMKM Perkuat Ekonomi Lokal

Destinasi wisata pulau Bintan/ Foto: Istimewa

PeluangNews, Kepri – Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dinilai harus menjadi peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Karena itu, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong agar sektor pariwisata dan UMKM semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan industri wisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada 22–23 Juli 2026.

Menurut Reghi, sektor pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai penggerak kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi pasar yang sangat potensial bagi produk-produk UMKM lokal. Kehadiran hotel, resort, restoran, pusat oleh-oleh, hingga berbagai kegiatan pariwisata membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu-Kamis (22–23 Juli 2026)/ Foto: Kemen UMKM- Peluangnews

“Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi UMKM sebagai bagian dari ekosistemnya. Hotel, resort, restoran, pusat oleh-oleh, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan menjadi ruang yang semakin luas bagi pemasaran produk UMKM lokal,” ujar Reghi.

Potensi tersebut didukung oleh perkembangan sektor pariwisata Bintan yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bintan, daerah ini memiliki 55 hotel dan resort serta 219 destinasi wisata yang terdiri dari objek wisata alam, kuliner, religi, budaya, pendidikan, pertanian, hingga sentra cendera mata. Selain itu, terdapat 223 pelaku usaha yang bergerak di 11 subsektor ekonomi kreatif.

Kenaikan jumlah wisatawan juga menjadi indikator kuat berkembangnya sektor pariwisata Bintan. Hingga Mei 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 109.090 orang atau meningkat 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara tercatat sebanyak 339.425 orang atau tumbuh 15,17 persen.

Reghi menilai peningkatan kunjungan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan pasar wisata. Karena itu, pelaku usaha didorong terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan memenuhi standar industri pariwisata.

“Oleh karena itu, UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri pariwisata,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian UMKM terus memperluas berbagai program pemberdayaan, mulai dari pendampingan usaha, sertifikasi produk, akses pembiayaan, digitalisasi usaha, pelatihan, inkubasi bisnis, hingga pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kabupaten Bintan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat daya saing sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, promosi destinasi, serta pengembangan program One Village One Destination, Event, Product yang dipadukan dengan pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat agar Bintan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan nasional maupun internasional. Dengan infrastruktur, promosi, dan aksesibilitas yang semakin baik, kami optimistis sektor pariwisata akan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menilai Bintan memiliki modal yang kuat untuk berkembang sebagai destinasi wisata kelas dunia. Selain didukung keindahan alam dan lokasi yang strategis, Bintan juga memiliki kekayaan budaya Melayu, ekonomi kreatif, serta produk UMKM yang menjadi daya tarik tersendiri.

“Bintan memiliki potensi yang luar biasa. Keindahan alam harus diperkuat dengan infrastruktur, aksesibilitas yang baik, serta pengalaman wisata yang berkesan sehingga mampu meningkatkan daya saing destinasi,” kata Evita.

Ia berharap setiap wisatawan yang datang ke Bintan tidak hanya menikmati objek wisata, tetapi juga membeli produk UMKM, mencicipi kuliner khas, serta mengenal budaya lokal sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif. Melalui kolaborasi tersebut, Bintan diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

pasang iklan di sini
octa vaganza