hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Dots Indonesia Buktikan Wastra Lokal Mampu Bersaing di Ritel Modern

Dots Indonesia.
Dots Indonesia. Foto: PeluangNews

PeluangNews, Jakarta – Jenama lokal Dots Indonesia kini berhasil menembus jaringan ritel modern.

Berawal dari keinginan menciptakan busana batik yang nyaman dipakai bekerja, Dots Indonesia menjadi bukti bahwa wastra Nusantara semakin mendapat tempat di pasar yang lebih luas berkat dukungan kurasi dan fasilitasi Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Momentum penting itu terjadi pada 9 Juli 2026 saat Dots Indonesia untuk pertama kalinya hadir di Metro Department Store Cibubur, Kota Depok, Jawa Barat.

Kehadiran jenama tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Kemendag dengan Metro Department Store untuk memperluas akses pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui jaringan ritel modern.

Pendiri Dots Indonesia, Eka Adrianie, mengaku momen tersebut menjadi tonggak baru dalam perjalanan usahanya yang dirintis sejak 2019.

“Bagi saya, ini bukan sekadar menambah satu rak busana bernuansa lokal di toko ritel. Lebih dari itu, ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wastra Nusantara kepada pemiliknya sendiri, yaitu masyarakat Indonesia,” ujar Eka.

Menurut Eka, ide mendirikan Dots Indonesia lahir dari pengalaman pribadinya yang kesulitan menemukan busana batik kerja dengan desain modern dan nyaman dikenakan dalam berbagai aktivitas.

“Awalnya, saya berusaha mendesain batik yang menurut saya nyaman dipakai untuk bekerja, tetapi tetap cocok dikenakan saat acara kasual atau sekadar hangout. Saya buat baju sesuai keinginan saya. Ternyata teman-teman menilai desainnya berbeda dan mulai meminta dibuatkan juga. Dari situlah semuanya bermula,” kenangnya.

Seiring waktu, Dots Indonesia berkembang menjadi jenama yang mengusung konsep wastra kontemporer dengan memadukan kekayaan tekstil Nusantara dan desain modern.

Produk-produknya juga dikenal melalui teknik fabric manipulation yang sebagian besar dikerjakan secara manual oleh para artisan lokal, sehingga setiap koleksi memiliki nilai seni sekaligus keaslian karya tangan.

Tak hanya berfokus pada desain, Dots Indonesia juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Sisa-sisa kain produksi dimanfaatkan kembali menjadi aksesori dan elemen dekoratif guna mengurangi limbah tekstil.

Eka juga melibatkan para artisan lokal dalam proses produksi, termasuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok untuk memberikan pelatihan keterampilan memayet kepada perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga. Melalui program tersebut, para peserta dapat mengerjakan sebagian proses produksi dari rumah sehingga memperoleh tambahan penghasilan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Perjalanan Dots Indonesia bersama Kemendag dimulai pada 2024 setelah lolos kurasi Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Kesempatan itu membuka jalan bagi jenama tersebut untuk mengikuti peragaan busana dan membuka stan penjualan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Keberhasilan di JMFW menjadi pintu masuk bagi Dots Indonesia untuk mengikuti kurasi Kemendag menuju Metro Department Store. Eka mengungkapkan proses seleksi dilakukan secara ketat.

“Proses kurasinya cukup detail. Kami diminta mempresentasikan konsep jenama, membawa sampel produk, lalu semuanya diperiksa satu per satu dari sisi kualitas maupun desain,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran produk di toko fisik masih memiliki peran penting meski tren belanja daring terus meningkat.

“Saya percaya keberadaan toko fisik atau ritel masih sangat penting. Walaupun sekarang tren belanja sudah bergeser ke daring, pelanggan tetap membutuhkan pengalaman melihat, menyentuh, dan mencoba produk secara langsung sebelum akhirnya percaya dan membeli, baik di toko maupun di marketplace,” paparnya.

Eka berharap semakin luasnya akses pasar akan mendorong semakin banyak masyarakat mengenal wastra Indonesia sekaligus membuka peluang kerja bagi lebih banyak artisan lokal.

“Saya berharap semakin banyak orang mengenal wastra Indonesia melalui produk kami. Semakin luas pasar yang terbuka, semakin banyak pula artisan dan komunitas yang bisa kami libatkan dalam proses produksi. Jadi, manfaatnya dirasakan oleh Dots Indonesia sekaligus masyarakat yang tumbuh bersama kami,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza