hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

BPOM Libatkan Mahasiswa IPB Bangun Desa Sadar Keamanan Pangan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggandeng ribuan mahasiswa IPB University untuk menjadi ujung tombak edukasi keamanan pangan di desa. Foto: humas
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggandeng ribuan mahasiswa IPB University untuk menjadi ujung tombak edukasi keamanan pangan di desa. Foto: humas

PeluangNews, Jakarta-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggandeng ribuan mahasiswa IPB University untuk menjadi ujung tombak edukasi keamanan pangan di desa. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan, mahasiswa akan diterjunkan mendampingi masyarakat dan pelaku UMKM agar mampu menghasilkan pangan yang aman, sehat, sekaligus berdaya saing.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar saat melepas mahasiswa KKN IPB University bertema “Mahasiswa Berkarya, UMK Berdaya Menuju Desa Sejahtera” di Lapangan Telaga Inspirasi Kampus IPB Darmaga, Bogor, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Taruna, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu memperkuat budaya keamanan pangan hingga ke pelosok Indonesia. Karena itu, KKN tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga ruang pengabdian untuk menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat turun langsung mengaplikasikan ilmu dan membantu masyarakat,” ujar Taruna.

Ia mengatakan, tantangan keamanan pangan di Indonesia masih cukup besar. Selain persoalan stunting, masyarakat juga masih dihadapkan pada peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya. Di sisi lain, penyakit bawaan pangan turut menimbulkan kerugian ekonomi yang mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Menurut Taruna, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keamanan pangan bukan hanya persoalan kesehatan masyarakat, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Karena itu, BPOM memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pendekatan Academia-Business-Government (ABG). KKN Tematik Keamanan Pangan bersama IPB University menjadi salah satu bentuk nyata sinergi tersebut.

Dalam program ini, mahasiswa akan menjalankan tiga peran utama. Pertama, sebagai Kader Keamanan Pangan yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pangan yang aman. Kedua, sebagai Fasilitator Keamanan Pangan yang mendampingi UMKM desa menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik hingga siap memperoleh izin edar. Ketiga, mahasiswa akan membentuk dan memberdayakan Kader Keamanan Pangan Desa agar edukasi yang diberikan dapat terus berlanjut setelah program KKN berakhir.

Taruna berharap kehadiran mahasiswa mampu meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing UMKM pangan di desa melalui penerapan standar keamanan pangan yang lebih baik.

“Jadikan KKN Tematik Keamanan Pangan ini sebagai pembuktian bahwa mahasiswa IPB University bukan hanya pintar berteori, tetapi juga tangguh mencari dan melaksanakan solusi. Jangan lupa bahagia di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik untuk memenuhi satuan kredit semester (SKS), melainkan kesempatan bagi mahasiswa memahami persoalan riil masyarakat dan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Program KKN Inovasi IPB akan berlangsung selama 40 hari, mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. Sebanyak 3.679 mahasiswa dari 39 program studi dan 12 fakultas akan diterjunkan ke 42 kabupaten/kota, 133 kecamatan, serta 450 desa dan kelurahan di berbagai wilayah Indonesia.

Khusus KKN Tematik Keamanan Pangan hasil kolaborasi BPOM dan IPB University, program akan difokuskan di 20 lokasi di Kabupaten Bogor. Melalui pendampingan tersebut, BPOM berharap budaya keamanan pangan dapat tumbuh dari tingkat desa, sekaligus memperkuat kualitas kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya saing UMKM pangan nasional.

pasang iklan di sini
octa vaganza