hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Perry Mundur dari BI, Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 Per Dolar AS

rupiah
Ilustrasi/dok.isti

PeluangNews, Jakarta – Berbarengan dengan mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bang Indonesia (BI), nilai tukar rupiah di pasar spot melemah dan nyaris menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Per pukul 10.21 WIB, rupiah terdepresiasi 31 poin atau 0,17% menjadi Rp17.994 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat melemah 13 poin atau 0,07% ke level Rp 17.976 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia bahkan melemah.

Per pukul 09.00 WIB, DXY turun 0,3% ke level 101,164. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat setelah sempat dibuka di zona merah.

Per pukul 10.23 WIB, IHSG naik 20,543 poin atau 0,33% ke level 6.216,974. IHSG dibuka pada level 6.185,799. Indeks sempat menyentuh level terendah 6.144,274 sebelum berbalik naik hingga mencapai level tertinggi 6.219,418.

Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) memicu kehati-hatian pelaku pasar pada perdagangan Senin (27/7/2026). Pelaku pasar memilih bersikap wait and see sambil mencermati proses transisi kepemimpinan bank sentral dan arah kebijakan moneter.

Sementara itu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Stockbit, pergerakan saham perbankan berubah sepanjang perdagangan. Pada awal sesi, mayoritas saham bank berkapitalisasi besar bergerak di zona merah.

Per pukul 09.49 WIB, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 25 poin atau 0,40% menjadi Rp 6.250.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 20 poin atau 0,68% menjadi Rp 2.940.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 40 poin atau 0,97% menjadi Rp4.090. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 20 poin atau 0,57% ke level Rp3.500.

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun 10 poin atau 0,54% menjadi Rp1.835. Tekanan juga terjadi pada PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), serta PT Panin Financial Tbk (PNLF).

Memasuki pertengahan sesi, sebagian saham perbankan berbalik menguat. Per pukul 10.23 WIB, BBCA naik 25 poin atau 0,40% menjadi Rp 6.300. BBRI menguat 10 poin atau 0,34% menjadi Rp 2.970. BMRI masih melemah 20 poin atau 0,48% ke level Rp 4.110, sedangkan BBNI bertahan di level Rp3.520.

BRIS naik 5 poin atau 0,27% menjadi Rp 1.850. Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melonjak 15 poin atau 2,54% menjadi Rp605. Sementara itu, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik 15 poin atau 1,24% menjadi Rp1.220.

Agar tidak terjadi kekosongan di pucuk pimpinan BI,
posisi Gubernur BI digantikan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.

“Per kemarin, secara resmi, kami menerima surat pengunduran diri Gubernur BI kepada Bapak Presiden,” ungkap Mensesneg Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Saat ini posisi Gubernur BI digantikan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.

Prasetyo Hadi menambahkan, surat pengunduran diri akan ditindaklanjuti dan diterbitkan surat ketetapan atas dirinya. Sesuai UU BI, lanjut dia, posisi Gubernur BI akan dijabat oleh Deputi Gubernur Senior.

“Yang selanjutnya akan menjabat sebagai Gubernur BI sementara, yang dimaksud Gubernur Senior adalah Ibu Destry Damayanti,” ucap Prasetyo.

Menurut informasi, Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur BI dikarenakan hal pribadi. []

pasang iklan di sini
octa vaganza