
Peluangnews, Makassar – Frengky Fendi Fant Hunter (48), yang akrab disapa Hercules, membuktikan bahwa akses permodalan dari koperasi dapat menjadi titik balik usaha. Perantau asal Maumere itu kini mampu meraih omzet jutaan rupiah dari bisnis penjualan alpukat di Makassar berkat pembiayaan dari KSP Kopdit Pintu Air Cabang Akkareso Makassar.
Sudah lebih dari 28 tahun menetap di Makassar, Hercules kini dikenal sebagai pedagang buah segar di kawasan Kompleks Baruga Antang. Produk andalannya adalah Alpukat Mentega premium yang didatangkan langsung dari kampung halamannya di Maumere. Selain itu, ia juga menjual matoa, nangka, dan mangga yang dipasok dari petani lokal Sulawesi Selatan.
Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Kendala terbesar yang pernah dihadapinya adalah keterbatasan modal usaha. Titik balik itu datang setelah ia bergabung sebagai anggota Kopdit Pintu Air sekitar empat tahun lalu. Pinjaman pertama yang diperolehnya langsung dimanfaatkan untuk memperkuat stok dan memperluas jaringan pasokan buah.
“Saya usaha alpukat ini dapat modal dari Kopdit Pintu Air. Menurut saya Pintu Air sangat membantu karena dari situ saya memperoleh modal awal sehingga bisa mengembangkan usaha dan melancarkan pekerjaan saya,” ujar Hercules.
Usaha yang telah dirintis hampir delapan tahun itu kini memberikan hasil yang menggembirakan. Dengan berjualan menggunakan mobil bak terbuka yang dilengkapi payung peneduh di tepi jalan, ia mampu meraih omzet yang cukup besar, terutama pada musim permintaan tinggi.
“Kalau ramai, seperti saat bulan puasa, omzet bisa mencapai Rp6 juta sampai Rp7 juta per hari. Waktu itu permintaan buah sangat tinggi, terutama alpukat,” ungkapnya.
Bagi Hercules, koperasi bukan sekadar tempat meminjam modal. Ia mengaku mendapatkan pendampingan dan motivasi untuk mengelola keuangan usaha secara lebih disiplin. Karena itu, ia mengajak para pelaku UMKM yang masih kesulitan memperoleh modal agar tidak ragu bergabung dengan koperasi.
“Harapan saya, teman-teman yang belum bergabung segera menjadi anggota Pintu Air. Kehadiran koperasi ini sangat membantu, terutama bagi kami yang tidak memiliki modal awal untuk memulai usaha,” katanya.
Baca Juga:Kopdit Pintu Air Masuk Perkebunan Sawit Kalbar, Ajak Buruh Lepas dari Jerat Rentenir
Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Akkareso Makassar, Petrus Simon, menjelaskan bahwa Hercules, anggota bernomor 216.091, merupakan peminjam aktif yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan koperasi untuk memperkuat usaha dagangnya.
Menurut Petrus, pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran modal. Koperasi juga mengedukasi anggota agar memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara sehat melalui program SIBUHAR (Simpanan Bunga Harian).
“Kami mengarahkan beliau untuk menyisihkan sebagian hasil penjualan setiap pekan, khususnya hari Sabtu, ke dalam tabungan SIBUHAR. Dengan begitu, saat angsuran jatuh tempo di akhir bulan, pembayarannya bisa dilakukan otomatis dari tabungan tanpa mengganggu arus kas usaha,” jelas Petrus.
Pendekatan tersebut terbukti membantu anggota menjaga kelancaran pembayaran pinjaman sekaligus membangun kebiasaan menabung. Tak hanya usahanya berkembang, Hercules juga rutin menerima pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun sebagai anggota koperasi.
“Beliau selalu menyampaikan rasa syukur karena setiap tahun memperoleh SHU. Itulah salah satu manfaat nyata menjadi anggota koperasi. Tidak hanya mendapat akses modal, tetapi juga menikmati hasil usaha bersama,” tutup Petrus.








