
PeluangNews, Tangerang — Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan sosial masyarakat melalui program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH).
Kali ini, rumah gratis ke-567 diserahkan kepada Mastuah (60), warga Kampung Mauk Utara RT 003 RW 001, Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (21/5/2026).
Kisah Mastuah dan suaminya, Saleh, yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak dengan penghasilan pas-pasan, menjadi perhatian dalam penyerahan bantuan tersebut. Sebelum menerima rumah layak huni, pasangan itu sempat tinggal di kontrakan sementara setelah atap rumah mereka roboh pada Januari 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Mastuah bekerja sebagai badut dengan penghasilan sekitar Rp20 ribu per hari, sementara suaminya memperoleh pendapatan serupa dari menarik becak.
Penyerahan rumah dilakukan langsung oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara (Kambara), didampingi Camat Mauk Angga Yuliantono, Staf Ahli Bupati Tangerang Muhammad Soleh, jajaran manajemen Kopsyah BMI, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kambara menyebut bantuan rumah tersebut sebagai bentuk rezeki yang datang dari jalan tak terduga. Ia mengaitkannya dengan pesan dalam Surat At-Talaq ayat 2 dan 3 tentang pertolongan dan rezeki dari Allah SWT.
“Rezeki Ibu Mastuah ini adalah rezeki yang tidak disangka-sangka. Allah sudah menjanjikan dalam Surat At-Talaq ayat 2 dan 3, siapa yang bertakwa maka Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” ujar Kambara.
Menurutnya, keberadaan Kopsyah BMI bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi juga wadah gotong royong dan pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi.
Ia mengajak masyarakat untuk semakin aktif bergabung menjadi anggota BMI, baik untuk menabung maupun memperoleh pembiayaan usaha. Kambara meyakini semakin banyak anggota yang terlibat, maka manfaat koperasi juga akan semakin luas dirasakan masyarakat.
“Ajak teman-teman yang belum menjadi anggota supaya bergabung di BMI. Menabung di BMI, pembiayaan di BMI, supaya kita bisa sama-sama hidup dan tumbuh bersama,” katanya.
Kambara juga memastikan Kopsyah BMI akan terus hadir melayani masyarakat sebagaimana komitmen yang dijaga selama puluhan tahun. Ia mencontohkan loyalitas sejumlah anggota di wilayah Mauk yang telah bergabung sejak awal berdirinya BMI.
“InsyaAllah BMI akan terus ada. Buktinya ada anggota yang sudah bersama BMI sejak awal berdiri di Mauk, berarti sudah sekitar 20 tahun. Jadi sayang kalau keberadaan BMI tidak dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Selain menekankan pentingnya budaya menabung dan semangat ikhtiar dalam membangun masa depan keluarga, Kambara juga menegaskan bahwa berbagai program sosial BMI dijalankan secara amanah dan transparan melalui dana infak anggota.
“Silakan dicek dan dievaluasi kinerja BMI. InsyaAllah kami berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Kemarin kami juga bertemu Bupati Tangerang saat kunjungan ke yayasan ODGJ, itu juga bagian dari penyaluran infak anggota,” tuturnya.
Pembangunan rumah Mastuah menelan biaya sekitar Rp65 juta. Dana tersebut berasal dari infak Kecamatan Mauk sebesar Rp6,5 juta, infak anggota Desa Mauk Barat Rp500 ribu, serta infak Kopsyah BMI sebesar Rp58 juta.
Acara penyerahan turut dipandu Manajer Ziswaf Kopsyah BMI Andi bersama Manajer Regional Kopsyah BMI Suta Atmaja dan Manajer Cabang Mauk Johaeriyah. Kegiatan itu juga dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat Desa Mauk Barat, tokoh masyarakat, dan puluhan warga yang ikut menyaksikan penyerahan rumah secara langsung.








