
PeluangNews, Seoul — Kementerian Koperasi terus memperluas akses pasar global bagi koperasi Indonesia. Salah satu langkah konkretnya dilakukan melalui agenda business matching antara koperasi Indonesia dan pelaku usaha Korea Selatan dalam kegiatan Smart Factory INNOBIZ Korea di COEX, Seoul, Kamis (14/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Koperasi mempertemukan Kementerian Koperasi Republik Indonesia dengan sejumlah importir dan pelaku usaha Korea Selatan guna membuka peluang kerja sama dagang bagi koperasi nasional. Salah satu koperasi yang turut difasilitasi adalah Koperasi Konsumen Kana.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari Ministry of SMEs and Startups sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring bisnis dan hubungan ekonomi Indonesia-Korea Selatan.
Kehadiran Koperasi Kana di Seoul merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Smart Factory yang melibatkan INNOBIZ Korea. Program tersebut berkaitan dengan kerja sama Smart Factory ODA Korea-Indonesia yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, transformasi industri, serta peningkatan daya saing pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi.
Melalui agenda ini, Kementerian Koperasi ingin memastikan bahwa transformasi industri tidak hanya menyasar perusahaan besar. Koperasi juga dinilai perlu mendapat ruang dalam ekosistem usaha modern melalui penguatan kelembagaan, perluasan jejaring bisnis, serta akses terhadap mitra internasional.
Dalam pertemuan bisnis tersebut, Koperasi Konsumen Kana dan calon mitra usaha Korea Selatan membahas berbagai aspek kerja sama, mulai dari potensi produk, kebutuhan pasar, standar mutu, kesiapan suplai, skema pengiriman, hingga peluang kontrak dagang jangka panjang.
Kementerian Koperasi menilai koperasi Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk ke rantai pasok global. Karena itu, koperasi didorong tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu memenuhi standar ekspor melalui peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, tata kelola usaha, dan profesionalisme manajemen.

Koperasi Konsumen Kana menjadi salah satu koperasi yang mulai memperkuat sistem usaha secara modern. Penguatan manajemen, pengembangan produk, peningkatan layanan bisnis, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan usaha ke pasar internasional.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi RI, Henra Saragih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong koperasi Indonesia naik kelas.
Menurut Henra, koperasi perlu lebih sering hadir dalam forum bisnis internasional agar mampu memahami kebutuhan pasar global, membangun jejaring usaha, serta berkomunikasi langsung dengan calon pembeli.
“Melalui business matching ini, kami ingin mendorong koperasi agar lebih siap masuk ke pasar ekspor. Koperasi Konsumen Kana memiliki peluang untuk memperluas jaringan dagang dan memperkenalkan produk Indonesia kepada importir Korea Selatan,” ujar Henra.
Ia menambahkan, koperasi Indonesia perlu terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan digitalisasi usaha. Menurutnya, koperasi yang memiliki tata kelola baik, adaptif terhadap teknologi, dan mampu memenuhi standar pasar akan memiliki peluang lebih besar bersaing di pasar global.
Sementara itu, Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan dengan importir Korea Selatan menjadi peluang penting untuk memahami kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih terarah.
“Kesempatan ini menjadi langkah penting bagi Koperasi Konsumen Kana untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk dan layanan bisnis, serta membangun kerja sama dagang yang berkelanjutan dengan importir Korea Selatan,” kata Jonathan.
Kementerian Koperasi berharap agenda business matching ini dapat menghasilkan tindak lanjut konkret, mulai dari komunikasi bisnis lanjutan, pengiriman sampel produk, penyesuaian standar mutu, hingga penjajakan kontrak ekspor dengan mitra Korea Selatan.
Melalui langkah tersebut, Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong koperasi Indonesia menjadi lebih adaptif, kompetitif, dan mampu menembus pasar global. (Aji)
koperasi tembus pasar ekspor,koperasi tembus pasar ekspor








