Kambara Tegaskan Koperasi BMI Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Jalan Pengabdian

PeluangNews, Tangerang – Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa bergabung dan bekerja di lingkungan Koperasi BMI bukan hanya soal mencari penghasilan. Lebih dari itu, koperasi harus dipahami sebagai ruang pengabdian dan perjuangan sosial untuk membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik dan bermartabat.
Pria yang akrab disapa Kambara itu mengatakan, semangat melayani dan kepedulian terhadap sesama wajib menjadi pondasi utama seluruh insan koperasi, mulai dari pengurus, karyawan, hingga anggota. Menurutnya, bekerja di koperasi tidak cukup dimaknai sebagai rutinitas pekerjaan, melainkan bentuk pelayanan kemanusiaan yang dijalankan dengan hati dan ketulusan.
“Pekerjaan ini lebih dari sekadar mengharapkan gajian. Ini adalah pengabdian dengan hati dan cinta demi membuka jalan kehidupan yang lebih baik bagi siapa pun yang memiliki harapan untuk hidup lebih bermartabat,” ujar Kambara.
Pernyataan tersebut mencerminkan gagasan besar yang selama ini dibangun melalui Model BMI Syariah, sebuah konsep pemberdayaan koperasi yang menempatkan manusia sebagai pusat perjuangan ekonomi dan sosial.
Dalam model tersebut, Koperasi BMI tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga fokus membangun lima pilar pemberdayaan, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan spiritual. Kelima pilar itu dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup anggota secara menyeluruh, mulai dari penguatan ekonomi keluarga hingga penguatan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Pengabdian di Rumah Kedua
Implementasinya dijalankan melalui lima instrumen pelayanan anggota, yakni sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan, dan investasi. Seluruhnya dibangun dengan prinsip syariah serta semangat gotong royong dan tolong-menolong sebagai fondasi utama gerakan koperasi.
Menurut Kambara, koperasi harus hadir sebagai rumah perjuangan masyarakat kecil untuk bangkit secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga keuangan, melainkan juga gerakan pemberdayaan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan, setiap insan BMI perlu menyadari bahwa koperasi adalah ruang untuk tumbuh bersama masyarakat. Oleh sebab itu, siapa pun yang bergabung di dalamnya harus memiliki semangat melayani, kepedulian sosial, dan keinginan membantu sesama.
Kambara juga mengajak masyarakat dan calon anggota yang ingin bergabung dengan BMI untuk memahami nilai perjuangan yang dibangun koperasi. Menurutnya, BMI tidak menawarkan kekayaan instan, tetapi kesempatan bertumbuh bersama melalui kerja keras, kebersamaan, dan pemberdayaan ekonomi yang bermartabat.
“Kalau orientasinya hanya gaji, orang akan mudah lelah dan berhenti di tengah jalan. Tetapi ketika pekerjaan dipahami sebagai perjuangan dan pengabdian, maka akan lahir ketulusan, daya tahan, dan semangat untuk terus membantu sesama,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini banyak orang memandang pekerjaan hanya sebagai cara memperoleh penghasilan. Padahal di Koperasi BMI, setiap pelayanan kepada anggota memiliki nilai perjuangan yang lebih luas, yakni membantu masyarakat mendapatkan akses ekonomi, meningkatkan kualitas hidup keluarga, dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang selama ini kesulitan memperoleh kesempatan hidup yang lebih baik. (Aji)
koperasi bmi syariah








