
PeluangNews, Tangerang – Di tengah kuatnya stigma sosial terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), langkah berbeda ditunjukkan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Ia mengunjungi langsung Yayasan Benteng Darul Iman (BDI) di Sindang Jaya, Tangerang, Banten, sebuah rumah pemulihan yang selama ini menjadi tempat perlindungan sekaligus pengobatan bagi para pasien ODGJ terlantar.
Yayasan yang dibina oleh Ustadz Solihin di bawah naungan Koperasi BMI Group itu saat ini merawat 15 pasien ODGJ. Hingga kini, lebih dari 200 pasien disebut telah berhasil pulih dan kembali diterima oleh keluarganya.
Dalam kunjungannya, Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas dedikasi Yayasan Benteng Darul Iman yang dinilainya menjalankan misi kemanusiaan yang tidak mudah.
“Hari ini kami bersilaturahmi sekaligus melihat langsung proses pengobatan di yayasan ODGJ ini. Tugas ini sangat mulia, karena menampung, merawat, dan mengobati saudara-saudara kita hingga sembuh,” ujar Maesyal Rasyid.
Baca Juga: Koperasi Harus Berani Rambah Berbagai Sektor Bisnis
Menurutnya, langkah yang dilakukan Koperasi BMI bersama Ustadz Solihin, keluarga, dan para relawan merupakan bentuk nyata pengabdian sosial. Ia menilai, para pendamping tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga hidup berdampingan dengan pasien dalam keseharian mereka.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih. Semoga keikhlasan yayasan ini terus terjaga. Ini menjadi bagian dari amanah kita bersama untuk merawat saudara-saudara kita,” lanjutnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memastikan bantuan rutin setiap bulan untuk mendukung operasional yayasan dan kebutuhan pasien. Selain itu, pendampingan medis melalui puskesmas akan terus diperkuat guna menunjang proses penyembuhan, baik secara medis maupun nonmedis.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Asis Gunawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, serta Camat Sindang Jaya Galih Prakosa.
Rombongan diterima langsung oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Group Kamaruddin Batubara bersama Direktur Kepatuhan dan Risiko sekaligus Pembina Yayasan BDI, Casmita.
Dalam sambutannya, Kamaruddin Batubara yang akrab disapa Kambara menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya berfokus pada urusan simpan pinjam atau pertumbuhan ekonomi semata. Menurutnya, koperasi juga harus hadir menjadi sumber harapan bagi masyarakat yang kehilangan arah hidup, termasuk mereka yang tersisih secara sosial.
“Koperasi BMI percaya bahwa koperasi bukan sekadar bicara ekonomi. Koperasi harus mampu menghadirkan harapan hidup yang lebih baik, baik secara ekonomi, spiritual, maupun sosial,” ujar Kambara.
Ia menambahkan, keberadaan Yayasan Benteng Darul Iman menjadi bukti bahwa gerakan koperasi juga perlu menyentuh aspek kemanusiaan yang kerap luput dari perhatian.
“Koperasi BMI terus memberikan dukungan materiil maupun immateriil. Alhamdulillah, Ustadz Solihin telah membantu menyembuhkan lebih dari 200 pasien, tidak hanya dari Tangerang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Lampung dan Cirebon,” tegasnya.
Kambara juga menekankan bahwa para penyandang gangguan jiwa memiliki hak yang sama untuk sembuh, dihargai, dan memperoleh kehidupan yang layak.
“Hari ini kita berbicara tentang kepedulian sosial. Mereka yang mengalami gangguan jiwa juga berhak mendapatkan kesempatan untuk pulih dan hidup bermartabat. Karena itu, kami hadir untuk terus mendampingi yayasan ini,” tambahnya.
Kunjungan Bupati Tangerang tersebut dinilai menjadi pesan kuat bahwa penanganan ODGJ bukan hanya tanggung jawab keluarga atau tenaga medis, melainkan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial.
Di tengah masih adanya stigma dan penolakan terhadap ODGJ, Yayasan Benteng Darul Iman hadir sebagai ruang pemulihan dengan pendekatan kemanusiaan, di mana pasien dirawat, didampingi, dipulihkan, lalu dikembalikan kepada keluarganya dengan martabat yang tetap terjaga. (RO/Aji)







