
PeluangNews, Jakarta – Tujuh proyek infrastruktur prioritas di Jakarta mendapat dukungan pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun dari Bank Jakarta dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI.
Pembiayaan tersebut menyasar sejumlah kebutuhan strategis Ibu Kota, mulai dari konektivitas transportasi, penyediaan hunian layak, hingga pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
Dari total pembiayaan Rp2,11 triliun, Bank Jakarta menyediakan Rp1 triliun, sedangkan PT SMI memberikan dukungan maksimal Rp1,11 triliun.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat sinergi antara bank pembangunan daerah (BPD) dan lembaga pembiayaan pemerintah dalam menyediakan alternatif pendanaan untuk pembangunan infrastruktur daerah.
Perjanjian pembiayaan ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansja, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo di Balai Kota Jakarta.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, kolaborasi dengan PT SMI merupakan bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan Jakarta menuju kota global.
“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujarnya, Senin (28/9).
Menurut Agus, Bank Jakarta sebagai bank pembangunan daerah milik Pemprov DKI Jakarta memiliki komitmen untuk mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Bank Jakarta, lanjutnya, juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inovatif, hati-hati, dan berkelanjutan.
“Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” katanya.
Pembiayaan sindikasi tersebut mencakup tujuh kegiatan infrastruktur. Empat di antaranya berkaitan dengan konektivitas, fasilitas pemerintahan, dan hunian, yakni pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya Tahap II, serta Rumah Susun Rorotan IX Tahap I.
Sementara tiga kegiatan lainnya diarahkan pada penguatan sistem pengendalian banjir, yakni pembangunan waduk, situ, dan embung; polder dan kolam retensi; serta tanggul dan pengendali banjir Pesisir Pantai Tahap III.
Pembangunan Flyover Latumeten ditujukan untuk memperkuat konektivitas sekaligus keselamatan pengguna jalan. Di sektor hunian, pembangunan rumah susun diharapkan menambah ketersediaan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Sementara pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir diarahkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan meningkatkan ketahanan Jakarta menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, pembangunan infrastruktur daerah membutuhkan dukungan pendanaan yang inovatif dan kolaboratif.
PT SMI, kata dia, terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyediakan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Reynaldi mengungkapkan, total komitmen pembiayaan daerah yang dicatat PT SMI mencapai Rp37,19 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp13,67 triliun hingga Juli 2026.
Menurutnya, kerja sama dengan Bank Jakarta dapat menjadi model pembiayaan kreatif yang diterapkan di daerah lain dengan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan serta kapasitas keuangan masing-masing pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan untuk mendorong pembiayaan kreatif dan mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
“Melalui pembiayaan sindikasi ini, pembangunan infrastruktur Jakarta diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas perkotaan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, memperlancar mobilitas, serta memperkuat perlindungan wilayah dari ancaman banjir,” tandasnya.
Pembiayaan sindikasi Bank Jakarta dan PT SMI dengan demikian mencakup sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan perkotaan Jakarta, dari peningkatan konektivitas dan hunian hingga penguatan infrastruktur pengendali banjir.








