hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

MedcoEnergi Terbitkan Obligasi US$300 Juta

Sumber: Medco Energy

PeluangNews, Jakarta  – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) memperkuat strategi pengelolaan liabilitas melalui penerbitan obligasi senilai US$300 juta dengan jatuh tempo pada 2032. Penerbitan ini menjadi bagian dari upaya perseroan mengelola profil jatuh tempo utang sekaligus menjaga disiplin keuangan.

Obligasi tersebut diterbitkan oleh anak usaha MedcoEnergi, Medco Redwood Tree Limited, dengan jaminan dari perseroan melalui mekanisme penawaran Rule 144A/Reg S. Obligasi memiliki kupon sebesar 8,875% dan memperoleh peringkat BB- dari Fitch dan S&P Global, serta Ba3 dari Moody’s.

MedcoEnergi mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi tersebut pada 6 November 2026. Dana bersih yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) atau melunasi utang yang telah ada.

CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan keberhasilan penerbitan obligasi mencerminkan kepercayaan investor yang terus terjaga terhadap perseroan, seiring rekam jejaknya di pasar modal internasional.

“Dengan rekam jejak yang panjang di pasar modal internasional, kami sangat senang atas kepercayaan yang terus diberikan para investor kepada MedcoEnergi. Penerbitan obligasi ini mempertegas komitmen kami terhadap pengelolaan liabilitas yang proaktif dan disiplin keuangan. Pembiayaan kembali utang yang ada mendukung upaya kami untuk menjaga profil jatuh tempo utang yang terkelola dengan baik,” ujar Ronald melalui siaran pers yang disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI, Jumat (6/10).

Penerbitan obligasi ini dilakukan di tengah upaya MedcoEnergi menjaga fundamental keuangan dan melanjutkan pengembangan bisnis. Pada semester I 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$1,415 miliar dan EBITDA US$805 juta. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$275 juta.

Dari sisi operasional, produksi minyak dan gas MedcoEnergi mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), sesuai dengan panduan produksi perseroan untuk 2026. Sekitar 72% dari total produksi tersebut berasal dari gas.

Pada akhir Juni 2026, utang konsolidasi MedcoEnergi tercatat sebesar US$4,128 miliar, dengan kas dan setara kas mencapai US$1,402 miliar. Sementara itu, rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group tercatat sebesar 1,4 kali, lebih rendah dibandingkan panduan perseroan sebesar 2,5 kali pada asumsi harga minyak mid-cycle US$65 per barel.

Selain menjaga struktur pendanaan, MedcoEnergi juga melanjutkan strategi pertumbuhan melalui pengembangan aset eksisting dan investasi selektif. Pada Oktober 2026, perseroan menandatangani kesepakatan dengan Eni S.p.A. untuk mengakuisisi 10% hak partisipasi non-operator di empat Kontrak Bagi Hasil (PSC) di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan memperkuat portofolio migas dan memperluas potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan tetap mengedepankan disiplin keuangan dan pengelolaan modal.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id