hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Indonesia-Tatarstan Jajaki Kerja Sama Ekonomi, Perkapalan hingga Teknologi Digital

Sumber: Menko Perekonomian

PeluangNews, Jakarta – Indonesia dan Republik Tatarstan, salah satu wilayah industri utama di Federasi Rusia, menjajaki peluang penguatan kerja sama ekonomi melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan kemitraan industri. Sejumlah sektor potensial menjadi pembahasan, mulai dari industri perkapalan, otomotif, kedirgantaraan, farmasi, hingga teknologi digital.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Rais (Kepala) Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/11).

Airlangga mengatakan Indonesia melihat peluang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Tatarstan, khususnya melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan pemanfaatan teknologi. Pemerintah berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Indonesia melihat potensi besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Tatarstan, khususnya melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, dan pemanfaatan teknologi. Kami berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret yang memberikan manfaat bagi kedua pihak,” ujarnya.

Salah satu peluang kerja sama yang menjadi perhatian adalah sektor perkapalan. Perusahaan galangan kapal asal Tatarstan, Ak Bars Shipbuilding Corporation, menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki bisnis dengan mitra di Indonesia.

Potensi kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat industri perkapalan nasional serta meningkatkan kapasitas produksi kapal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Selain perkapalan, kedua pihak juga membahas peluang investasi dan kemitraan industri di sektor otomotif, kedirgantaraan, farmasi, dan teknologi digital. Airlangga mendorong perusahaan-perusahaan Tatarstan untuk memanfaatkan berbagai peluang investasi di Indonesia, termasuk melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menawarkan fasilitas dan insentif bagi investor.

Hingga September 2026, Indonesia memiliki 25 KEK dengan total investasi mencapai Rp382,1 triliun dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 302 ribu orang.

Di sektor teknologi digital, Indonesia dan Tatarstan melihat peluang kolaborasi antara Innopolis Special Economic Zone (SEZ) di Tatarstan dan Nongsa Digital Park di Indonesia. Kerja sama dapat dikembangkan dalam bidang kecerdasan artifisial (AI), inovasi digital, serta pengembangan sumber daya manusia.

Kedua pihak juga membuka peluang kerja sama pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, kolaborasi antaruniversitas, serta program pendidikan dan pelatihan.

Rais Rustam Minnikhanov mengatakan pemerintahan negara tersebut siap untuk terus mendorong kerja sama dengan mitra Indonesia, terutama di bidang industri perkapalan, investasi, teknologi, dan pendidikan.

Sebagai bagian dari upaya memperluas hubungan ekonomi kedua pihak, Minnikhanov juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi sebagai *honorary guest* dalam The 18th Russia-Islamic World: Kazan Forum yang akan diselenggarakan pada Mei 2027 di Kazan, Tatarstan. Forum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas promosi perdagangan, investasi, dan industri halal Indonesia di pasar Rusia dan kawasan sekitarnya.

Menindaklanjuti pembahasan tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi serta memfasilitasi komunikasi antarpelaku usaha untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang lebih konkret.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mengoordinasikan tindak lanjut bersama kementerian dan lembaga serta mitra industri terkait. Perkembangan kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu agenda dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-15 Indonesia-Rusia pada 2027.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id