
PeluangNews, Tanah Datar – Pemerintah terus mempercepat pembangunan program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di berbagai daerah. Salah satu proyek strategis tersebut kini mulai dipersiapkan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Menteri Dody Hanggodo bersama Gubernur Mahyeldi dan Bupati Eka Putra meninjau lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (21/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah karena skala proyek yang cukup besar dengan kebutuhan lahan mencapai sekitar 15 hektare.
“Sekolah ini cukup besar dan ditargetkan menampung sampai 3.000 siswa. Karena itu kami perlu dukungan Pemda dan Pemprov, terutama untuk lahan, perizinan, dan akses jalan,” ujar Menteri Dody.
Ia menjelaskan, saat ini PT Nindya Karya tengah melakukan proses pematangan lahan dan pembukaan akses jalan menuju lokasi pembangunan.
Menurutnya, proses pengerjaan dilakukan secara hati-hati mengingat bangunan Sekolah Rakyat nantinya akan menggunakan konsep bangunan bertingkat tinggi atau high-rise building.
“Pekerjaan terus dipercepat, tetapi juga tidak bisa sembarangan. Karena ini nanti high-rise building jadi kalau sembarangan takutnya nanti ambruk. Kondisi tanah juga mesti dicek dengan benar,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar. Ia menilai program tersebut sangat strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di daerah.
“Program ini sangat strategis untuk pendidikan dan pengentasan kemiskinan di daerah kami. Pemprov dan Pemkab siap mendukung penuh,” ujar Mahyeldi.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menambahkan, pemerintah daerah terus menyiapkan dukungan lahan dan administrasi guna mempercepat realisasi pembangunan sekolah tersebut.
Menurut Eka Putra, awalnya pemerintah daerah mengalami kesulitan dalam penyediaan lahan. Namun, dukungan masyarakat melalui hibah lahan membuat kebutuhan area pembangunan kini dapat terpenuhi.
“Awalnya kami kesulitan mencari lahan, namun ada hibah dari masyarakat sehingga total lahan yang disiapkan mencapai sekitar 16 hektare,” kata Eka Putra.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan baru yang mampu membuka akses belajar bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Barat.








