hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Pemerintah Targetkan Inflasi Nasional Hingga 3,5% di 2027

Prabowo
Presiden Prabowo Subianto di rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026) | Foto: Antara

PeluangNews, Jakarta – Pemerintah menargetkan tingkat inflasi nasional tetap terkendali di kisaran 1,5% hingga 3,5% pada 2027.

Presiden Prabowo mengungkapkan hal itu saat pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 pada pembukaan rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Menurut Prabowo, target itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemerintah, katanya, akan menjaga inflasi nasional tahun depan tetap berada dalam rentang sasaran tersebut.

“Inflasi akan kami jaga tetap pada kisaran 1,5 hingga 3,5%,” kata Prabowo.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan atau month to month (mtm).

Inflasi tersebut terjadi karena Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026.

Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) tercatat sebesar 1,06%.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar pada April 2026, dengan andil 0,12% dan tingkat inflasi 0,99%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi 0,20%, dengan andil deflasi 0,06%.

Komoditas lain yang memberi andil inflasi antara lain minyak goreng sebesar 0,05%, tomat sebesar 0,03%, serta beras dan nasi dengan lauk masing-masing sebesar 0,02%.

BPS juga mencatat beberapa komoditas menjadi peredam inflasi. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras. Komponen inti mengalami inflasi 0,23%, dengan andil 0,15%.

Komoditas yang memberi andil terbesar pada komponen inti antara lain minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, ayam goreng, laptop atau notebook, dan gula pasir.

Komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami inflasi 0,69%, dengan andil 0,13%.

Inflasi pada komponen ini terutama dipicu kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin, bahan bakar rumah tangga, serta sigaret kretek mesin (SKM).

Sebaliknya, komponen bergejolak mencatat deflasi 0,88%, dengan andil deflasi 0,15%.

Deflasi tersebut didorong penurunan harga daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah. Sebanyak 30 provinsi mengalami inflasi secara bulanan pada April 2026.

Sebanyak 8 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 2,00 persen. Deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,17 persen.

Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi April 2026 tercatat sebesar 2,42%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan April 2025 sebesar 1,95%.

Seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tertinggi terjadi pada komponen bergejolak, yakni 3,37%, dengan andil inflasi 0,56%.

Prabowo optimistis ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8% hingga 6,5% pada 2027. []

pasang iklan di sini
octa vaganza