
PeluangNews, Jakarta – Puncak ibadah haji di Arafah, Arab Saudi, mulai berlangsung besok (26/6/2026).
Jemaah haji Indonesia, Senin (25/5/2026), mulai bergerak ke Arafah. Para jemaah di berbagai sektor pemondokan di Kota Makkah tampak berada di depan hotel-hotel mereka untuk berangkat memasuki bus.
Mereka melengkapi diri dengan berpakaian ihram dan membawa tas kecil serta sejumlah perlengkapan lainnya.
Menurut Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff, terdapat tiga jadwal perjalanan (trip) jemaah menuju Arafah pada hari ini atau 8 Zulhijah 1447 H, yakni pada pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
“Pada 8 Zulhijah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Untuk itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria.
Untuk mempersiapkan diri menuju keberangkatan ke Arafah, Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak istirahat, makan teratur, minum air yang cukup, serta menyiapkan barang bawaan seperlunya.
Maria juga mengimbau para jemaah haji untuk membawa barang yang benar-benar dibutuhkan.
Jemaah jangan membawa koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, atau uang tunai dalam jumlah besar, karena berisiko menghambat pergerakan dan kelancaran beribadah.
“Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan, seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi,” kata Maria.
Dia juga mengajak jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menjelaskan, kebijakan syarat kesehatan dalam pelaksanaan haji tahun ini semakin ketat.
Tujuannya, agar jemaah haji yang terbang ke Arab Saudi lebih terseleksi, sehingga mereka mampu menjalani rangkaian ibadah dengan baik.
Menurut Irfan, terdapat 345 jemaah haji yang batal berangkat ke Arab Saudi meskipun sudah masuk asrama haji. Hal itu menjadi bentuk keseriusan Kemenhaj dalam memastikan pemenuhan syarat kesehatan.
“Saya mendapatkan laporan (jemaah) sudah masuk asrama haji, diperiksa, ada 345 calon jemaah haji yang dilaporkan tidak jadi berangkat, 345, hampir satu kloter,” ujar Irfan dalam sambutannya di acara konsolidasi petugas haji menjelang puncak haji pada Minggu (24/5/2026) malam.
Sebelumnya, Irfan juga menjelaskan terdapat penurunan jumlah jemaah haji yang dirawat selama di Arab Saudi, berkat penerapan pemeriksaan istitha’ah kesehatan yang lebih ketat sejak di Indonesia.
Sementara itu, cuaca Makkah hari ini (25/5/2026) diperkirakan mencapai 43 derajat celcius.
Berdasarkan data Early Warning System (EWS) yang dirilis Kemenhaj dengan mengacu pada AccuWeather, suhu udara di Makkah pagi ini berkisar 29°C, lalu pada siang hari suhu naik hingga mencapai 43°C.
Pada sore hari, suhu sedikit menurun ke kisaran 38°C sebelum kembali pada malam hari di sekitar 34°C.
Berdasarkan data National Center for Meteorology (NCM) Arab Saudi, prakiraan cuaca Makkah hari ini bisa mencapai 45°C, dengan suhu terendah di kisaran 28°C.
Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi menambahkan, jemaah haji Indonesia harus bersiap menghadapi cuaca panas pada hari Arafah, karena suhu dan kondisinya berbeda dengan cuaca Indonesia yang relatif lembab. []








