
Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia hadir sebagai gerakan ekonomi rakyat untuk memperkuat solidaritas, kemitraan, dan kesejahteraan insan pers Indonesia.
Oleh: Devis Abuimau Karmoy*
Di balik setiap berita yang dibaca masyarakat, ada kerja panjang para insan pers. Mereka mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Insan pers menjadi saksi perjalanan bangsa, merekam denyut kehidupan masyarakat, sekaligus menjaga demokrasi melalui karya jurnalistik. Namun, di balik dedikasi tersebut, masih banyak pekerja media yang menghadapi tantangan ekonomi, ketidakpastian bisnis media, hingga keterbatasan akses untuk memperkuat kesejahteraan keluarga.
Realitas itu melahirkan kesadaran bersama: insan pers tidak cukup hanya kuat dalam menyampaikan informasi. Mereka juga harus memiliki fondasi ekonomi yang kokoh.
Kesadaran tersebut menjelma menjadi sebuah gerakan pada 29 Oktober 2023 di Kota Medan. Tanggal itu bukan sekadar penanda berdirinya sebuah koperasi, melainkan awal dari ikhtiar kolektif yang diberi nama Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia atau Koperasi Pers Indonesia.
Koperasi ini hadir sebagai rumah besar bagi keluarga pers Indonesia, dibangun di atas fondasi kebersamaan, gotong royong, dan cita-cita menghadirkan kehidupan yang lebih sejahtera bagi para anggotanya.
Dalam momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 pada 12 Juli 2026, perjalanan Koperasi Pers Indonesia menjadi pengingat bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha. Koperasi adalah gerakan sosial-ekonomi yang bertumpu pada nilai kemanusiaan, saling percaya, dan semangat untuk tumbuh bersama.
Di balik perjalanan tersebut, ada tiga nilai yang terus dijaga: Solidaritas, Kemitraan, dan Kesejahteraan. Tiga kata itu menjadi moto sekaligus arah perjuangan Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia.
“Kami mendirikan koperasi bukan semata-mata ingin memiliki sebuah lembaga. Kami ingin membangun harapan. Harapan agar setiap insan pers memiliki ruang untuk bertumbuh, memiliki akses terhadap peluang ekonomi, dan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih layak bersama keluarganya,” ujar Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia, Devis Abuimau Karmoy.
“Ketika ekonomi anggota kuat, martabat profesi pers juga akan semakin kokoh,” lanjutnya.
Ketika Solidaritas Menjadi Modal Terbesar
Digitalisasi telah mengubah wajah industri media. Banyak perusahaan pers dituntut melakukan efisiensi, pola kerja berubah, persaingan semakin ketat, dan sumber pendapatan media terus mengalami pergeseran.
Namun, bagi Devis, sebesar apa pun tantangan yang dihadapi, sebuah komunitas tidak akan mudah melemah jika memiliki solidaritas yang kuat.
Ia meyakini sejarah koperasi di Indonesia lahir dari kebutuhan masyarakat untuk saling menguatkan, bukan untuk saling mengalahkan. Nilai itulah yang ingin dihidupkan kembali di lingkungan keluarga besar pers Indonesia.
“Kami percaya tidak ada kesejahteraan yang lahir dari individualisme. Kesejahteraan dibangun melalui kebersamaan. Karena itu, kami memilih jalan koperasi, jalan gotong royong, jalan yang diwariskan para pendiri bangsa sebagai kekuatan ekonomi rakyat,” katanya.
Bagi Koperasi Pers Indonesia, koperasi bukan sekadar tempat menghimpun simpanan pokok dan simpanan wajib. Lebih dari itu, koperasi menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, jaringan, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan bersama.
Lebih dari Sekadar Organisasi Ekonomi
Sejak awal berdiri, Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia tidak dirancang hanya sebagai lembaga simpan pinjam atau badan usaha biasa. Visi yang dibawa jauh lebih besar, yakni menjadi pusat pemberdayaan keluarga pers Indonesia.
Baca Juga: Harkopnas 2026 Usung Semangat Kebangkitan Koperasi
Melalui berbagai program usaha, pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan literasi kewirausahaan, hingga kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan, koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi anggota secara berkelanjutan.
Di sinilah makna kemitraan menemukan bentuk nyata.
Kemitraan tidak dipandang sebatas hubungan bisnis, melainkan kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan dan komitmen untuk menciptakan manfaat bersama.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada pemerintah, BUMN, BUMD, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi yang sehat bagi insan pers Indonesia,” ujar Devis.
“Koperasi tidak bisa berjalan sendiri. Koperasi tumbuh melalui kolaborasi.”
Membangun Masa Depan, Bukan Sekadar Menjalankan Program
Bagi Devis, koperasi harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Karena itu, Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia diarahkan menjadi organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Digitalisasi tata kelola, peningkatan kualitas layanan anggota, pengembangan unit usaha produktif, serta perluasan jaringan kemitraan menjadi bagian dari strategi jangka panjang koperasi.
Tujuannya sederhana, tetapi sangat mendasar: menghadirkan manfaat nyata bagi setiap anggota.
Manfaat tersebut dapat berbentuk peningkatan pendapatan, akses pembiayaan yang sehat, pengembangan usaha mikro, pelatihan kewirausahaan, hingga terbentuknya jaringan ekonomi yang saling menguatkan.
Koperasi juga diharapkan menjadi ruang aman bagi anggota untuk bertumbuh, berbagi peluang, dan membangun kemandirian ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan.
Harapan yang Tumbuh Bersama
Dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026, Devis mengajak seluruh insan pers untuk memandang koperasi sebagai investasi sosial yang manfaatnya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap semakin banyak jurnalis, pekerja media, perusahaan pers, dan keluarga besar insan pers mengambil bagian dalam gerakan koperasi.
“Saya bermimpi suatu hari nanti Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia hadir di setiap daerah, menjadi sahabat bagi para anggota, menjadi tempat orang saling membantu ketika mengalami kesulitan, dan menjadi bukti bahwa pers Indonesia mampu berdiri tegak karena memiliki fondasi ekonomi yang kuat,” katanya.
“Itulah makna sesungguhnya dari Solidaritas, Kemitraan, dan Kesejahteraan.”
Koperasi sebagai Jalan Peradaban
Di tengah dunia yang bergerak semakin individualistis, koperasi mengingatkan bahwa kemajuan tidak selalu lahir dari kompetisi. Kemajuan juga dapat tumbuh dari kolaborasi.
Bangsa Indonesia memiliki warisan besar berupa semangat gotong royong. Nilai tersebut menemukan bentuk nyatanya dalam gerakan koperasi.
Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia membawa pesan bahwa kesejahteraan insan pers bukan hanya tanggung jawab individu. Kesejahteraan adalah hasil dari kerja bersama yang dibangun atas dasar saling percaya, saling menjaga, dan saling menguatkan.
Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 bukan sekadar perayaan tahunan. Momentum ini menjadi penegasan bahwa koperasi tetap relevan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.
Bagi keluarga besar pers Indonesia, koperasi lebih dari sekadar organisasi ekonomi. Koperasi adalah rumah tempat harapan dipelihara, persaudaraan dirawat, dan masa depan dibangun bersama.
Sebab, berita yang baik lahir dari insan pers yang kuat. Sementara insan pers yang kuat membutuhkan fondasi ekonomi yang kokoh.
Di situlah Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia meneguhkan perannya: menghimpun kekuatan, merawat solidaritas, memperluas kemitraan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya.
Bagi Devis Abuimau Karmoy, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi. Koperasi adalah gerakan sosial yang memperkuat persaudaraan, memperluas kolaborasi, dan menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi insan pers beserta keluarganya.








