hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Permohonan Perlindungan Varietas Tanaman Naik, Dukung Swasembada Pangan

Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s Global Ratings (S&P) kembali mempertahankan peringkat kredit Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Keputusan tersebut menegaskan kepercayaan internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, serta kemampuan Pemerintah menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. (Dok. Kementan)

PeluangNews, Jakarta – Minat terhadap perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang varietas tanaman terus meningkat. Hingga pertengahan Juli 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat jumlah permohonan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) telah melampaui capaian sepanjang tahun sebelumnya. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan benih unggul nasional dalam mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan.

Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan mencatat telah menerima 128 permohonan Hak PVT melalui aplikasi Apply PVT sepanjang 2026. Jumlah tersebut melampaui total permohonan sepanjang 2025 yang mencapai 108 permohonan.

Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil dorongan kepada berbagai pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, hingga industri perbenihan untuk aktif melindungi hasil inovasi varietas tanaman.

“Pada tahun 2026, per hari ini kami telah menerima 128 permohonan hak PVT melalui aplikasi Apply PVT. Jumlah tersebut telah melampaui penerimaan di tahun 2025 yaitu sebanyak 108 permohonan hak PVT,” ujar Leli dalam Rapat Penetapan Rekomendasi Permohonan Hak PVT di Kantor Pusat PVTPP, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

Pada rapat penetapan rekomendasi yang merupakan penyelenggaraan keempat sepanjang 2026 tersebut, PVTPP membahas hasil pemeriksaan substantif atau Uji BUSS terhadap 18 varietas dari sembilan jenis tanaman, yakni padi, cabai, melon, stroberi, bluberi, ekaliptus, semangka, buncis, mawar, dan jagung. Para pemohon berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Brawijaya, serta sejumlah industri benih.

Menurut Leli, proses penetapan rekomendasi menjadi tahapan penting dalam memastikan setiap varietas yang memperoleh Hak PVT telah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pembahasan dalam rapat penetapan ini merupakan tahapan penting dalam proses pemberian Hak PVT. Setiap rekomendasi yang dihasilkan didasarkan pada hasil pemeriksaan yang objektif, cermat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia menambahkan, varietas yang memperoleh perlindungan HKI PVT dipastikan memiliki keunggulan sehingga dapat mendukung program penyediaan benih berkualitas yang menjadi perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Leli juga menegaskan komitmen PVTPP untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus memastikan proses penerbitan sertifikat Hak PVT berjalan sesuai target.

“Untuk itu, rapat penetapan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong perlindungan varietas tanaman sekaligus mendukung inovasi di sektor pertanian nasional yang produktif dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Selain meningkatnya jumlah permohonan, kualitas pelayanan publik PVTPP juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat Triwulan II Tahun 2026, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) PVTPP mencapai 3,82, meningkat dibandingkan Triwulan I yang sebesar 3,76. Khusus layanan Hak PVT, nilai IKM mencapai 3,88 atau melampaui target 3,87.

“Capaian ini mencerminkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang kita berikan. Meski demikian, kita tidak boleh cepat berpuas diri. Berbagai masukan, kritik, dan saran dari para pemangku kepentingan tetap menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan PVT,” tutup Leli.

pasang iklan di sini
octa vaganza