hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Sekolah Bebas Kekerasan Jadi Prioritas

Peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA). Foto: infopublik
Peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA). Foto: infopublik

PeluangNews, Jakarta – Pemerintah memperkuat upaya perlindungan anak dengan meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) di lingkungan sekolah. Melalui gerakan ini, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan sebagai bagian dari strategi menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Peluncuran Gernas RANA dilakukan bersamaan dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipusatkan di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (13/7/2026), dan diikuti secara daring oleh satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Program tersebut merupakan perluasan implementasi gerakan yang sehari sebelumnya telah dilaksanakan di lingkungan madrasah dan pesantren melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan Masa Ta’aruf Santri (MATASANTRI) di Pesantren Al-Hamidiyah, Kota Depok, Jawa Barat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan, pemerintah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap anak memperoleh perlindungan di seluruh ruang kehidupannya, mulai dari keluarga, sekolah, ruang publik, hingga ruang digital.

“Kami tegaskan bahwa, atas perintah Bapak Presiden Prabowo, pemerintah harus menjamin ruang yang aman dan nyaman, baik di keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, maupun ruang digital,” kata Pratikno, seperti dilansir dari infopublik, (14/7/2026).

Menurutnya, mewujudkan ruang yang aman bagi anak membutuhkan penguatan regulasi, kelembagaan, sistem pengawasan, hingga penerapan mekanisme penghargaan dan sanksi bagi satuan pendidikan maupun pengelolanya.

Pratikno juga mengajak seluruh anak untuk berani melaporkan setiap tindakan kekerasan atau perundungan yang dialami maupun disaksikan.

“Setiap anak memiliki hak memperoleh ruang yang aman dan nyaman. Jika mengalami atau menyaksikan perundungan maupun kekerasan, jangan ragu melapor kepada guru dan orang tua,” ujarnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan Gernas RANA menjadi langkah strategis untuk memperkuat pencegahan kekerasan terhadap anak yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai lingkungan, termasuk sekolah.

Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak diharapkan memberikan dampak berkelanjutan dalam menekan angka kekerasan terhadap anak melalui langkah-langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama,” ujar Arifah.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan Gernas RANA sejalan dengan implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, pemerintah ingin membangun sekolah sebagai ruang belajar yang humanis, inklusif, sekaligus mendukung tumbuh kembang seluruh peserta didik.

“Melalui MPLS Ramah dan budaya sekolah yang aman dan nyaman, kami ingin menjadikan sekolah sebagai tempat bertemunya seluruh anak Indonesia dalam lingkungan yang lebih humanis dan inklusif,” kata Abdul Mu’ti.

Peluncuran Gernas RANA juga menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam membangun sistem perlindungan anak yang lebih komprehensif. Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Digital, pemerintah daerah, dinas pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat.

Acara peluncuran turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang Sanusi, serta Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sosial dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital R. Wijaya Kusumawardhana.

Melalui Gernas RANA, pemerintah berharap tercipta sistem perlindungan anak yang terintegrasi sehingga setiap anak Indonesia dapat belajar, tumbuh, dan berkembang di lingkungan yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, serta mendukung pembentukan karakter menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

pasang iklan di sini
octa vaganza