
PeluangNews, Lhokseumawe – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mengintensifkan upaya pemulihan usaha masyarakat terdampak bencana di Aceh. Melalui Program Pemulihan UMKM Pascabencana, pemerintah mendorong para pelaku usaha kembali produktif dengan memperkuat kapasitas produksi, memperluas akses pasar, dan membuka peluang pembiayaan.
Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Rahmadi mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendampingi wirausaha yang terdampak bencana agar mampu membangun kembali usahanya secara berkelanjutan.
Komitmen itu diwujudkan melalui Workshop Peningkatan Akses Pasar, Penguatan Kapasitas Produksi, dan Akses Pembiayaan yang digelar di Kota Lhokseumawe, Kamis (29/10).
Menurut Rahmadi, kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran, serta mempersiapkan diri mengakses berbagai skema pembiayaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali para pengusaha UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan agar mereka dapat kembali mengembangkan usahanya, memperluas pasar, serta memperoleh akses terhadap sumber pembiayaan,” ujar Rahmadi.
Selain memberikan penguatan kapasitas usaha, Kementerian UMKM juga memperkenalkan SAPA UMKM sebagai ekosistem digital yang menyediakan layanan terpadu bagi pelaku usaha.
Baca Juga:Pemerintah Siapkan Rp350,21 Miliar untuk Bangkitkan UMKM Aceh Pascabencana
Platform tersebut diharapkan mempermudah pengusaha mengakses berbagai layanan, mulai dari informasi usaha, pelatihan, pendampingan, hingga koneksi dengan mitra bisnis dan lembaga pembiayaan.
Rahmadi berharap pemanfaatan SAPA UMKM semakin luas, terutama di Aceh, sehingga pelaku usaha dapat memenuhi berbagai kebutuhan pengembangan bisnis melalui satu aplikasi.
Workshop tersebut diikuti 776 wirausaha dari enam kabupaten/kota di Regional IV Aceh. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Aceh Barat, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Bireuen, serta Kota Lhokseumawe.
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mengapresiasi dukungan Kementerian UMKM dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Pemerintah Kota Lhokseumawe, kata dia, siap mendukung penguatan usaha masyarakat melalui fasilitasi legalitas usaha, perbaikan tata kelola keuangan, peningkatan kualitas produk dan kemasan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus mendorong kemandirian wirausaha dalam membangun kembali aktivitas ekonominya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Reza Ferdian menyampaikan bahwa proses validasi data calon penerima Bantuan Presiden (Banpres) bagi pengusaha terdampak bencana di Aceh terus berjalan.
Berdasarkan hasil validasi, sebanyak 70.314 dari total 125.308 usulan pelaku usaha telah dinyatakan lolos sebagai calon penerima bantuan.
Reza mengimbau para pelaku UMKM untuk melengkapi persyaratan administrasi, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Ia juga mengingatkan agar dana bantuan dimanfaatkan secara produktif, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan memperbaiki sarana produksi yang terdampak bencana.
Dengan dukungan pendampingan, penguatan kapasitas, akses pasar, dan pembiayaan, pemulihan UMKM di Aceh diharapkan tidak hanya mengembalikan aktivitas usaha, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana. (RO/Aji)








