
PeluangNews, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperkuat kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi ribuan bendahara koperasi.
Program tersebut menyasar sekitar 5.040 bendahara yang terbagi dalam 168 angkatan. Hingga saat ini, pelatihan telah dilaksanakan sebanyak 48 angkatan dan ditargetkan rampung pada akhir November 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno mengatakan, KDKMP diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
Karena itu, berbagai sumber daya yang telah dialokasikan pemerintah pusat harus dikelola secara optimal agar program tersebut berjalan sesuai tujuan.
“Keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada tersedianya modal dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pengelolaan, akuntabilitas, serta pemahaman anggota terhadap prinsip-prinsip perkoperasian,” kata Sumarno di Semarang, Jumat (30/10/2026).
Menurut dia, peningkatan kapasitas pengelola, khususnya bendahara, menjadi bagian penting dalam membangun koperasi yang profesional dan berkelanjutan.
Ia berharap seluruh pihak turut mendukung keberhasilan KDKMP di Jawa Tengah sehingga keberadaan koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita harus sama-sama mendukung dan berkontribusi agar koperasi desa maupun kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah berhasil. Koperasi yang kuat diharapkan bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:Kemenkop Gandeng BNSP untuk Siapkan Manajer KDKMP Kompeten dan Profesional
Sumarno menambahkan, pelatihan dan sertifikasi bendahara diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan keuangan koperasi yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Dengan demikian, KDKMP tidak sekadar menjadi lembaga usaha, tetapi juga dapat berperan aktif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Linda Widiastuti Ariningrum mengatakan, pelatihan dan sertifikasi kompetensi bendahara tersebut dirancang untuk menjangkau 5.040 peserta melalui 168 angkatan.
Pemprov Jateng terus mengakselerasi pelaksanaan program agar seluruh peserta mendapatkan pembekalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Menurut Linda, kompetensi bendahara sangat menentukan kualitas pengelolaan keuangan koperasi. Kemampuan mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, hingga mempertanggungjawabkan penggunaan dana menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan anggota.
Selain memperkuat tata kelola internal, KDKMP juga diharapkan menjalankan fungsi ekonomi yang lebih luas, terutama dalam mendukung distribusi barang kebutuhan masyarakat dan memperluas akses pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui pengelolaan yang profesional, koperasi diharapkan dapat memperkuat rantai distribusi barang sekaligus menjadi mitra pemasaran bagi produk UMKM lokal. (Aji)








