
PeluangNews, Jakarta – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin mendapat ruang untuk naik kelas melalui perluasan akses pasar, penguatan distribusi, dan kolaborasi dengan jaringan ritel modern. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong produk lokal tidak sekadar dikenal konsumen, tetapi juga memiliki daya saing untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Upaya tersebut diperkuat Kementerian Perdagangan melalui peresmian gerai Point Coffee dan Pojok Product Placement Pilihan Busan (Pojok PPPB) di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/8).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kehadiran Pojok PPPB menjadi langkah konkret Kemendag dalam memperluas akses pasar bagi UMKM pangan lokal melalui kerja sama dengan ritel modern.
“Sejumlah produk yang berhasil terkurasi ke PPPB menunjukkan daya saing yang mumpuni karena berhasil masuk ke minimarket seperti Indomaret. Kami terus mendorong perluasan akses pasar produk-produk UMKM terkurasi dalam PPPB, termasuk untuk menembus ritel modern melalui Point Coffee dan Indomaret,” ujar Mendag Busan saat peresmian.
PPPB merupakan program promosi periodik yang digagas Mendag Busan untuk memperkenalkan produk pangan dan nonpangan UMKM.
Setiap tiga hingga empat bulan sekali, Mendag Busan mengkurasi berbagai produk UMKM untuk dipajang di ruang tamu Kemendag. Produk-produk pilihan tersebut kemudian diperkenalkan secara konsisten kepada tamu yang berkunjung.
Kini, program tersebut diperkuat melalui keberadaan fisik Pojok PPPB. Kehadirannya diarahkan untuk memperkuat aspek distribusi sekaligus memperluas penetrasi pasar produk UMKM.
Melalui sinergi dengan jaringan ritel modern, produk-produk UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga dapat lebih mudah dijangkau masyarakat.
Ke depan, Pojok PPPB akan terus disinergikan dengan berbagai jaringan ritel modern sehingga produk-produk UMKM berkualitas tinggi dapat ditemui di berbagai minimarket dan gerai ritel modern di seluruh Indonesia.
Saat peresmian Pojok PPPB di kantor Kemendag, sebanyak 15 produk pangan lokal hasil program PPPB ditampilkan dan dipasarkan langsung kepada masyarakat.
Produk tersebut meliputi makanan kemasan dan camilan, seperti jamur garing, pempek garing, kue kering, keripik kentang, keripik pisang, keripik kulit ikan, makanan berbahan pisang, serta aneka kerupuk.
Mendag Busan mengatakan, keberadaan Pojok PPPB di kantor Kemendag merupakan upaya menghadirkan produk UMKM berkualitas agar semakin dekat dengan konsumen.
Program tersebut juga menjadi jembatan bagi produk pangan lokal untuk beranjak dari aktivitas promosi menuju pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Kemendag tidak hanya menargetkan perluasan pasar domestik. Berbagai dukungan juga dipersiapkan bagi UMKM terpilih yang lolos kurasi PPPB untuk mengembangkan pasar hingga ke luar negeri.
Para pelaku UMKM akan didorong mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran perdagangan internasional sebagai bagian dari strategi memperluas pasar ekspor.
“Kemendag berkomitmen membuka peluang ekspor melalui berbagai promosi perdagangan, termasuk pameran dagang Trade Expo Indonesia. Pameran ini akan kembali berlangsung pada 14—18 Oktober 2026,” kata Mendag Busan.
Mendag Busan mengajak pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin luas, termasuk pasar internasional.
“Mari kita tingkatkan kualitas dan daya saing UMKM sehingga bisa diterima di pasar domestik dan luar negeri,” kata Mendag Busan.
Perluasan akses pasar UMKM juga membutuhkan keterlibatan sektor swasta, khususnya jaringan ritel yang memiliki jangkauan distribusi luas.
CEO Indomaret Group, Sinarman Jonatan, menyampaikan kesiapan perusahaan mendukung berbagai inisiatif Kemendag untuk memperluas akses pasar dan mendorong pengembangan UMKM.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang mendukung UMKM agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
“Indomaret Group siap memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif Kemendag dalam memperkuat UMKM,” ujar Sinarman.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat perluasan akses pasar melalui program Product Placement Pilihan Busan adalah KhumKhum Jamur Crispy dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pendiri KhumKhum Jamur Crispy, Hanum Wahyu, mengatakan keterlibatan produknya dalam PPPB memberikan peluang bagi usahanya untuk berkembang sekaligus memperluas akses pasar.
“Alhamdulillah, kami menjadi salah satu produk terpilih dalam PPPB pada 2026 dan kini produk kami semakin dikenal masyarakat. Kami juga mendapat reviu dari Bapak Menteri Perdagangan sehingga produk kami semakin dipercaya konsumen dan mendapatkan lebih banyak engagement di media sosial,” ujar Hanum.
Usaha yang dirintis sejak 2020 tersebut kini telah berkembang. Produk KhumKhum Jamur Crispy telah dipasarkan di lebih dari 2.000 titik Indomaret di wilayah Bogor dan Parung.
Hanum berharap Kemendag terus memperkuat berbagai program perluasan akses pasar bagi UMKM, termasuk dalam menjajaki pasar ekspor.
“Harapan kami, dengan menjadi binaan Kemendag, produk dan usaha kami bisa makin berkembang dan dapat menembus pasar ekspor. Kami juga berharap perkembangan usaha kami dapat memberikan manfaat bagi tim produksi kami dan mitra-mitra petani jamur tiram di Kulon Progo,” kata Hanum.
Pengembangan Pojok PPPB menunjukkan arah kebijakan yang tidak hanya menempatkan promosi sebagai tujuan akhir, tetapi menjadikannya sebagai pintu masuk menuju akses distribusi yang lebih luas. Dengan dukungan ritel modern dan fasilitasi promosi perdagangan, produk UMKM lokal memiliki peluang untuk memperkuat pasar domestik sekaligus mempersiapkan diri memasuki persaingan pasar global.








