hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Energi  

PLN NP Kembangkan HRS Merah Putih 3.0 dengan TKDN di Atas 70 Persen

PeluangNews, Bekasi – Pengembangan hidrogen sebagai salah satu sumber energi rendah emisi di Indonesia terus memasuki tahap implementasi. Salah satu langkah terbaru ditandai dengan peresmian Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 3.0 di Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Direktur Energi Baru Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc., EVP Transisi Energi dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Kamia Handayani, dan Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah melepas konvoi kendaraan hidrogen berbahan bakar hidrogen hijau dari HRS Merah Putih Muara Tawar yang akan melakukan perjalanan ke PLN NP UP Muara Karang/ PLN NP- Peluangnews

Fasilitas yang dikembangkan PLN Nusantara Power (PLN NP) tersebut menjadi bagian dari upaya membangun rantai pemanfaatan hidrogen, mulai dari produksi, penyimpanan, pengisian hingga penggunaan untuk transportasi dan pembangkitan.

HRS Merah Putih 3.0 dikembangkan secara internal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 70 persen, meliputi sejumlah equipment, instalasi, serta jasa.

Peresmian fasilitas itu dihadiri Direktur Energi Baru Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc., EVP Transisi Energi dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Kamia Handayani, Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah, serta jajaran manajemen dan stakeholder terkait.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, pembangunan HRS Merah Putih 3.0 tidak semata-mata ditujukan sebagai fasilitas pengisian hidrogen. Menurutnya, proyek tersebut menjadi bagian dari pembangunan fondasi ekosistem energi baru di Indonesia.

“Hari ini kita tidak sekadar meluncurkan sebuah fasilitas pengisian hidrogen. Kita sedang meletakkan fondasi penting bagi terbentuknya ekosistem energi baru di Indonesia. Nama Merah Putih membawa semangat kemandirian dan kebanggaan nasional. Semangat untuk menguasai teknologi, membangun kompetensi, serta menghadirkan solusi energi yang dikembangkan dan dioperasikan oleh putra-putri terbaik bangsa,” ujar Ruly.

HRS Merah Putih 3.0 merupakan generasi ketiga fasilitas serupa yang dikembangkan PLN NP. Sebelumnya, perusahaan menghadirkan HRS Merah Putih 1.0 di Muara Karang pada 2024 dan HRS Merah Putih 2.0 di Rembang pada 2025.

PLN NP juga telah mengembangkan Mobile HRS yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan. Rangkaian pengembangan tersebut memperlihatkan perluasan kemampuan perusahaan dalam mengelola teknologi hidrogen, tidak hanya pada sisi produksi, tetapi juga infrastruktur pendukung dan pemanfaatannya.

Di Muara Tawar, HRS Merah Putih 3.0 terintegrasi dengan Green Hydrogen Plant yang memanfaatkan dukungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan energi terbarukan tersertifikasi.

Fasilitas tersebut dirancang mampu menghasilkan sekitar 7,9 ton hidrogen per tahun. Sebagian produksi digunakan untuk kebutuhan internal pembangkit, sedangkan surplusnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi di luar pembangkit.

Pemilihan Muara Tawar sebagai lokasi pengembangan juga berkaitan dengan posisi strategisnya sebagai salah satu pembangkit besar PLN NP. Unit tersebut memiliki kapasitas terpasang mencapai 2.725 MW.

Dalam ekosistem tersebut, energi terbarukan diolah menjadi hidrogen. Setelah diproduksi, hidrogen dapat disimpan dan dikompresi sebelum dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk transportasi atau dikonversi kembali menjadi listrik melalui teknologi fuel cell.

Ruly menilai pola pemanfaatan tersebut memperluas fungsi hidrogen dalam sistem energi. Tidak hanya sebagai sumber energi, hidrogen dapat menghubungkan pembangkitan energi bersih dengan penyimpanan, penyediaan listrik dan mobilitas rendah emisi.

“Melalui ekosistem ini, kita ingin membuktikan bahwa hidrogen bukan sekadar komoditas energi masa depan. Hidrogen dapat menjadi penghubung antara pembangkitan energi bersih, penyimpanan energi, penyediaan listrik, dan mobilitas rendah emisi,” kata Ruly.

Direktur Energi Baru Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc. mengapresiasi pengembangan HRS Merah Putih Muara Tawar. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ekosistem hidrogen nasional.

Senda mengatakan, pengembangan hidrogen membutuhkan kesiapan yang tidak hanya bertumpu pada teknologi. Ketersediaan industri, infrastruktur, pemanfaatan dan pasar juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut.

“Pengembangan HRS Merah Putih Muara Tawar menunjukkan bahwa ekosistem hidrogen Indonesia mulai bergerak dari tahap pengembangan teknologi menuju implementasi. Inisiatif seperti ini penting untuk membangun pengalaman, memperkuat kapasitas dalam negeri, sekaligus membuka peluang pemanfaatan hidrogen di berbagai sektor,” ujar Senda.

Pengembangan HRS Merah Putih menjadi bagian dari roadmap PLN NP dalam membangun ekosistem hidrogen terintegrasi. Roadmap tersebut mencakup produksi green hydrogen, pembangunan infrastruktur pengisian, pengembangan kendaraan berbasis hidrogen, serta pemanfaatan hidrogen untuk pembangkitan listrik.

PLN NP sebelumnya telah mengembangkan delapan Green Hydrogen Plant dan berbagai teknologi pemanfaatan hidrogen sebagai bagian dari penguatan kapabilitas perusahaan di bidang teknologi energi baru.

Peresmian HRS Merah Putih 3.0 Muara Tawar ditandai dengan simulasi pengisian hidrogen ke kendaraan hidrogen. Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan uji jalan mobil hidrogen-listrik dan kunjungan lapangan untuk melihat fasilitas serta teknologi yang dikembangkan.

Agenda tersebut juga diisi talkshow mengenai pengembangan ekosistem hidrogen dan transportasi bersih. Diskusi membahas peluang serta tantangan pemanfaatan hidrogen sebagai salah satu sumber energi rendah emisi di Indonesia.

Pengembangan fasilitas di Muara Tawar memperlihatkan bahwa teknologi hidrogen mulai diarahkan pada penggunaan yang lebih luas. Integrasi antara produksi, penyimpanan, pengisian dan pemanfaatan menjadi bagian penting dari upaya membangun rantai nilai hidrogen di dalam negeri. Pengembangan HRS Merah Putih 3.0 juga memiliki dimensi penting dalam peningkatan kemampuan industri dan sumber daya manusia nasional.

TKDN lebih dari 70 persen mencakup komponen, instalasi dan jasa yang digunakan dalam pembangunan fasilitas. Keterlibatan tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kemampuan dalam negeri untuk mengembangkan teknologi energi baru dan terbarukan.

Bagi PLN NP, penguasaan teknologi hidrogen tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian dari proses agar teknologi tersebut dapat dikembangkan dan dioperasikan secara mandiri.

Kebutuhan terhadap teknologi rendah karbon diperkirakan semakin penting dalam proses menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan. Karena itu, pengembangan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda transisi energi.

Melalui HRS Merah Putih 3.0 Muara Tawar, PLN NP melanjutkan pengembangan teknologi hidrogen sekaligus memperkuat pemanfaatan komponen dan kemampuan dalam negeri.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pemanfaatan hidrogen di berbagai sektor dan mendukung agenda transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission 2060.

pasang iklan di sini
octa vaganza