hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Pasar IoT Indonesia Tumbuh, Teltonika Perkuat Solusi Jaringan 5G

Teltonika Networking Solutions memperkuat ekspansi bisnis di Indonesia melalui penyelenggaraan Networking Solutions Summit.

PeluangNews, Jakarta-Teltonika Networking Solutions memperkuat ekspansi bisnis di Indonesia melalui penyelenggaraan Networking Solutions Summit untuk pertama kalinya. Acara yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (5/11/2026), ini mempertemukan sekitar 100 mitra bisnis, praktisi industri, dan ahli teknologi untuk membahas perkembangan konektivitas industri serta peluang Internet of Things (IoT).

Kebutuhan konektivitas yang semakin besar terlihat dari perkembangan ekosistem pembayaran digital. Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mencapai 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant.

Di sektor manufaktur, pemanfaatan jaringan 5G juga mulai berkembang untuk mendukung otomatisasi dan integrasi perangkat industri.

CEO Teltonika Indonesia Elisa Pramono mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan konektivitas industri seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap infrastruktur jaringan yang andal dan fleksibel.

“Pertumbuhan di Indonesia bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi juga memahami kebutuhan pasar lokal dan membangun kemitraan jangka panjang dengan para pelaku industri,” ujar Elisa.

Menurut dia, penyelenggaraan summit menjadi momentum untuk memperkuat dialog dengan pelaku industri agar solusi teknologi yang ditawarkan semakin sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.

Head of South Asia Sales Teltonika Networks Tadas Padegimas mengatakan perusahaan ingin memperkenalkan inovasi terbaru sekaligus memperkuat komitmen investasi dalam pengembangan perangkat keras, perangkat lunak, dan keamanan siber.

Salah satu pembahasan utama dalam forum tersebut adalah pemanfaatan teknologi 5G untuk kebutuhan industri dan komersial. Teknologi ini menawarkan kapasitas jaringan lebih besar dan latensi lebih rendah, yang dibutuhkan sektor usaha dengan aktivitas operasional terintegrasi.

Head of Indonesia Sales Teltonika Indonesia Ilfat Nuriev mengatakan adopsi 5G mulai menunjukkan perkembangan, terutama di kota-kota besar dan sektor pertambangan.

Konektivitas dengan latensi rendah dinilai dapat membantu operator pertambangan mengurangi keterlambatan komunikasi sekaligus meminimalkan risiko kesalahan akibat gangguan jaringan.

Meski demikian, pemilihan teknologi 4G atau 5G tetap harus mempertimbangkan cakupan jaringan, kompatibilitas perangkat, biaya implementasi, serta kebutuhan aplikasi.

Selain konektivitas, Teltonika juga menyoroti tantangan pengelolaan perangkat jaringan yang tersebar di berbagai lokasi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan memperkenalkan Remote Management System (RMS), platform terpusat untuk memantau dan mengelola perangkat secara jarak jauh.

Melalui RMS, perusahaan dapat melakukan konfigurasi perangkat, pembaruan firmware, pemantauan gangguan, hingga mengakses perangkat yang terhubung tanpa harus mengirim teknisi ke setiap lokasi.

Ilfat mencontohkan penerapan teknologi tersebut pada pelanggan sektor kedai kopi yang mengelola lebih dari 1.000 perangkat di berbagai wilayah Indonesia. RMS memungkinkan pengelolaan perangkat secara bersamaan sekaligus memberikan notifikasi ketika terjadi gangguan konektivitas.

Di sektor perbankan, platform tersebut juga dimanfaatkan untuk memantau konektivitas anjungan tunai mandiri (ATM) dan menangani gangguan dari jarak jauh.

Dalam acara tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan RutOS, sistem operasi Teltonika yang mendukung pengelolaan jaringan secara aman dan fleksibel, serta mengikuti demonstrasi langsung RMS dan pameran teknologi Teltonika Telematics.

Tadas menegaskan perusahaan akan terus memperkuat komunikasi dengan mitra lokal untuk memahami tantangan industri sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

Melalui pengembangan solusi jaringan dan pengelolaan IoT, Teltonika membidik kebutuhan perusahaan Indonesia yang semakin bergantung pada konektivitas digital untuk meningkatkan efisiensi dan menjaga keberlanjutan operasional.

 

pasang iklan di sini
lpdb.go.id