hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Investasi Microsoft USD1,7 Miliar Perkuat Digital Indonesia

Pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York. Foto dok. Komdigi

PeluangNews, Jakarta — Pemerintah mendorong agar komitmen investasi Microsoft sebesar USD1,7 miliar di Indonesia tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur cloud dan kecerdasan artifisial (AI), tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kapasitas teknologi nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengapresiasi komitmen investasi Microsoft tersebut, khususnya untuk pengembangan infrastruktur cloud, AI, dan ekosistem digital Indonesia.

Menurut Meutya, investasi tersebut perlu diikuti dengan transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta penguatan kemampuan pelaku industri digital nasional.

“Kami apresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar USD1,7 miliar di Indonesia, khususnya dalam infrastruktur cloud dan AI, serta kontribusinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia,” ujar Meutya dalam pertemuan bilateral dengan President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026).

Meutya mengatakan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia membutuhkan infrastruktur yang semakin tangguh dan inklusif untuk menopang kebutuhan masyarakat maupun industri.

Karena itu, pemerintah berharap posisi Indonesia bagi Microsoft tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari pusat pengembangan infrastruktur dan inovasi digital di kawasan.

“Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft, tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan,” ungkap Menkomdigi.

Meutya menekankan investasi di sektor teknologi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas nasional. Kolaborasi dengan Microsoft diharapkan membuka ruang lebih besar bagi institusi, pelaku usaha, pengembang, dan perusahaan teknologi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan serta memanfaatkan keahlian teknologi global.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan AI, teknologi cloud, keamanan siber, dan tata kelola teknologi yang bertanggung jawab.

Pemerintah juga mendorong agar pengembangan keterampilan digital memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, talenta yang dihasilkan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memperoleh akses terhadap peluang kerja dan pengembangan karier di sektor digital.

“Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia,” tutur Meutya Hafid.

Dalam pengembangan AI, pemerintah turut menyampaikan langkah Indonesia menyiapkan kerangka tata kelola AI nasional melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI.

Kerangka tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian bagi pengembangan AI yang etis, aman, inklusif, dan bertanggung jawab.

“Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab,” jelas Menkomdigi Meutya Hafid.

Pembahasan bilateral tersebut juga mencakup isu pelindungan anak di ruang digital dan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Sejalan dengan itu, Meutya mengajak Microsoft memperkuat kolaborasi melalui penerapan prinsip keamanan sejak tahap perancangan teknologi serta pengembangan teknologi yang bertanggung jawab.

“Ke depan, kami ingin memperdalam komitmen Microsoft terhadap Indonesia melalui investasi infrastruktur digital, transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi yang lebih kuat untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia,” ujar Meutya.

Menurut Meutya, kemitraan dengan Microsoft diharapkan turut mendukung agenda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, terutama melalui peningkatan kapabilitas dan daya saing digital nasional.

“Kami melihat Microsoft sebagai mitra penting dalam memperkuat kapabilitas dan daya saing digital Indonesia. Kami berharap Microsoft terus memperluas investasi dan komitmen jangka panjangnya di Indonesia,” pungkas Meutya Hafid.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id