hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

MSCI Soroti Dua Aspek, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan

OJK Terbitkan POJK 31/2025, Perkuat Tata Kelola Bursa hingga Bursa Karbon
Ilustrasi/ Ist

PeluangNews, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa daya saing dan aksesibilitas pasar modal Indonesia tetap terjaga meski masih terdapat sejumlah area yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang diumumkan pada Jumat (19/6).

OJK menilai hasil kajian tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas berbagai langkah reformasi yang telah dijalankan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“OJK mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menunjukkan bahwa secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan,” kata Hasan.

Dalam laporan MSCI tersebut, terdapat lima segmen penilaian yang mencakup 18 kriteria pengukuran. Hasil asesmen menunjukkan sebagian besar indikator mempertahankan capaian tahun sebelumnya.

Sebanyak 10 dari 18 kriteria memperoleh penilaian “++” atau double plus yang merupakan kategori tertinggi dan mencerminkan kesesuaian dengan praktik terbaik global tanpa adanya isu material. Sementara itu, enam kriteria memperoleh nilai “+” yang menunjukkan masih terdapat ruang untuk penyempurnaan.

Adapun dua kriteria yang masih mendapat perhatian adalah Information Flow pada segmen Market Infrastructure serta Foreign Exchange Market Liberalization Level yang sama-sama memperoleh penilaian negatif atau “-”.

Menanggapi catatan tersebut, OJK memandangnya sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini dijalankan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta para pelaku industri.

“Terkait aspek Information Flow di atas. Kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan bersama oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, KPEI, serta seluruh pelaku industri,” ujar Hasan.

OJK juga mencatat adanya pengakuan MSCI terhadap sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk berkurangnya beberapa catatan terkait liberalisasi pasar valuta asing atau Foreign Exchange Market Liberalization Level.

Meski demikian, hasil asesmen untuk aspek tersebut masih sama seperti tahun sebelumnya sehingga membutuhkan peningkatan lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut, OJK terus memperkuat koordinasi internal serta menjalin kerja sama dengan otoritas terkait, termasuk Bank Indonesia, guna memastikan berbagai langkah perbaikan dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan mitigasi risiko dan kebijakan makroprudensial nasional.

Dalam beberapa bulan terakhir, regulator dan pemangku kepentingan pasar telah melaksanakan berbagai reformasi, mulai dari peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan, hingga penyempurnaan regulasi yang mendukung transparansi dan perlindungan investor.

Menurut OJK, berbagai langkah tersebut telah memperoleh pengakuan dari pelaku pasar maupun penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE. Reformasi yang dilakukan bahkan telah menjadi salah satu variabel yang digunakan dalam penentuan konstituen indeks maupun kebijakan portofolio investasi.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya pada Mei 2026, penyedia indeks global akan terus mengumpulkan masukan dari investor internasional dan pelaku pasar, termasuk manajer investasi, perusahaan sekuritas, serta hedge fund, guna memvalidasi efektivitas kebijakan reformasi yang telah diterapkan di Indonesia.

OJK menegaskan bahwa upaya memperkuat transparansi, integritas, dan kualitas informasi pasar merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, hasil review MSCI akan menjadi salah satu referensi penting dalam menentukan prioritas kebijakan ke depan untuk semakin meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia.

Ke depan, OJK juga akan terus memperkuat dialog dan keterlibatan dengan MSCI, FTSE Russell, berbagai penyedia indeks global, serta investor internasional agar reformasi yang tengah dijalankan dapat dipahami secara lebih komprehensif oleh komunitas investasi dunia.

“Fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan penting untuk terus meningkatkan daya saing dan kredibilitas pasar modal Indonesia,” kata Hasan.

“Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza