
KSP Kopdit Pintu Air Yogyakarta resmi naik status menjadi kantor cabang setelah memiliki 1.681 anggota dan total aset mencapai Rp19,15 miliar, memperkuat layanan koperasi di DIY.
PeluangNews, Yogyakarta – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air Yogyakarta resmi naik status dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) menjadi Kantor Cabang penuh. Peningkatan status tersebut ditandai dengan peresmian kantor baru di kawasan Pringwulung, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (8/7/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Dengan peningkatan status tersebut, KSP Kopdit Pintu Air Yogyakarta kini menjadi kantor cabang ke-71 dari total 129 kantor pelayanan yang dimiliki koperasi tersebut di berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian acara diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin Pastor Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung, B. Irawan Heryuwono, Pr., kemudian dilanjutkan dengan pembukaan tirai papan nama kantor sebagai simbol dimulainya operasional kantor cabang.
Berawal dari 19 Anggota, Kini Miliki Aset Rp19,15 Miliar
Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air Cabang Yogyakarta, Guido Abong, mengatakan perjalanan koperasi di Yogyakarta dimulai pada 1 April 2019 dengan fasilitas yang sangat sederhana.
Saat itu, pelayanan hanya menggunakan satu meja dan melayani 19 anggota.
Perkembangan koperasi kemudian berlangsung pesat. Per 31 Januari 2022, jumlah anggota meningkat menjadi 332 orang dengan total aset mencapai Rp6,37 miliar.
Hingga 30 Juni 2026, jumlah anggota melonjak menjadi 1.681 orang atau bertambah 1.349 anggota dibandingkan 2022. Seiring pertumbuhan tersebut, total aset juga meningkat menjadi Rp19,15 miliar.
Baca Juga:Sebanyak 28 Persen Penduduk Sleman Jadi Anggota Koperasi
Selain menghimpun simpanan anggota, KSP Kopdit Pintu Air Yogyakarta juga telah menyalurkan pinjaman produktif senilai Rp16,65 miliar kepada para anggotanya.
“Peningkatan jumlah anggota dan aset inilah yang menjadi dasar peningkatan status Yogyakarta menjadi kantor cabang. Kantor baru ini adalah milik seluruh anggota, bukan pengurus. Manajemen wajib mengelolanya secara tertib, jujur, adil, dan transparan agar menjadi berkat bagi masyarakat Yogyakarta,” ujar Guido.
Berawal dari Kampung Kecil di NTT
Ketua Pengurus Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menjelaskan koperasi tersebut lahir di Kampung Rotat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 1 April 1995.
Menurutnya, koperasi didirikan untuk membantu masyarakat yang bekerja sebagai nelayan, petani, peternak, dan buruh melalui semangat gotong royong dan pemberdayaan ekonomi.
Ia menegaskan KSP Kopdit Pintu Air tetap berpegang pada prinsip koperasi yang berorientasi pada pelayanan kepada anggota, bukan semata-mata mengejar keuntungan.
“Koperasi hadir bukan sekadar mencari keuntungan komersial atau memberikan derma, melainkan melayani kebutuhan anggota melalui budaya menabung dan pemanfaatan pinjaman secara bijak,” kata Yakobus.
Secara nasional, KSP Kopdit Pintu Air kini memiliki 129 kantor pelayanan, dengan 71 di antaranya berstatus kantor cabang.
Jumlah anggota telah mencapai 509.370 orang, sementara total aset koperasi tercatat sekitar Rp2,7 triliun.
Wakil Bupati Sleman Apresiasi Peran Koperasi
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi peningkatan status KSP Kopdit Pintu Air Yogyakarta menjadi kantor cabang. Menurutnya, koperasi merupakan salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan karena modal berasal dari anggota dan manfaatnya kembali kepada anggota.
“Keberhasilan koperasi ada di tangan anggotanya. Jika seluruh anggota menjalankan kewajibannya dengan baik, koperasi akan terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Danang berharap kehadiran kantor cabang baru dapat memperluas akses pembiayaan produktif sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sleman dan sekitarnya. (RO)








