hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopsyah BMI Konsolidasi Internal, Kambara Ajak Insan Koperasi Bergerak Lebih Cepat

Kambara
Kambara.

PeluangNews, Tangerang Selatan – Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) memperkuat konsolidasi internal dengan menggelar Rapat Koordinasi Top Manajemen di Aroem Resto & Ballroom, Serpong, Senin (6/7/2026).

Forum yang diikuti jajaran pengurus, pengawas, manajer cabang, manajer regional, manajer pusat, hingga top manajemen ini menjadi momentum menyusun strategi untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada anggota.

Rapat koordinasi tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga ruang bagi para pimpinan dari 100 kantor cabang Kopsyah BMI untuk menyampaikan aspirasi dan masukan langsung kepada manajemen. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang lebih selaras dengan kebutuhan di lapangan.

Presiden Direktur BMI Group sekaligus Direktur Utama Koperasi Syariah BMI, Kamaruddin Batubara, mengatakan tantangan yang dihadapi organisasi harus dijawab dengan optimisme dan semangat melakukan perubahan.

“Selalu ada harapan di hari esok,” ujar Kamaruddin Batubara yang akrab disapa Kambara.

Menurut Kambara, koperasi syariah tidak hanya dituntut tumbuh secara bisnis, tetapi juga harus mampu memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ia menilai pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) tidak akan berjalan optimal jika masyarakat masih dibayangi maraknya praktik judi online dan pinjaman online yang berdampak buruk terhadap kondisi sosial maupun ekonomi.

Karena itu, ia mengajak seluruh insan Kopsyah BMI untuk memperkuat peran koperasi sebagai lembaga yang tidak hanya memberikan layanan keuangan syariah, tetapi juga menghadirkan solusi bagi persoalan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pengawas Koperasi Syariah BMI, Harisman, mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi kepemimpinan dan budaya organisasi.

Menurutnya, setiap insan BMI perlu memahami berbagai pelajaran kepemimpinan dari Al-Qur’an. Ia mencontohkan Surat Yusuf yang mengajarkan ketahanan mental dalam menghadapi ujian, Surat Hud tentang integritas saat menghadapi krisis, Surat Yunus mengenai pentingnya berpikir kritis, serta Surat At-Taubah yang menekankan budaya organisasi yang sehat dan tanggung jawab sosial.

“Jangan sampai dunia menjadi tolak ukur bekerja di BMI. Artinya, sukses secara materi tetapi jauh dari Allah SWT,” kata Harisman.

Ia juga membagikan empat kebiasaan yang perlu diterapkan seluruh insan BMI, yakni mengawali hari dengan niat dan doa, melakukan klasifikasi data pada siang hari, menutup aktivitas dengan evaluasi dan rasa syukur, serta membiasakan tabayyun sebelum mengambil keputusan.

Menutup rapat koordinasi, Kambara mengajak seluruh jajaran Kopsyah BMI menjadikan Al-Qur’an dan Al-Hadis sebagai pedoman dalam setiap langkah organisasi. Ia menekankan pentingnya bekerja lebih cepat dan adaptif menghadapi tantangan yang terus berkembang.

“Apa pun yang selama ini belum kita lakukan, mulai hari ini harus kita lakukan. Kita berjuang bersama-sama, sekarang kita harus bergerak seperti orang yang kepepet. Orang yang kepepet pasti akan mencari jalan. Dengan semangat itu, insya Allah kita akan mampu menghadirkan berbagai kebaikan bagi koperasi, anggota, dan masyarakat,” tutup Kambara.

Melalui rapat koordinasi ini, Kopsyah BMI berharap dapat memperkuat sinergi antarpimpinan, mempercepat pengambilan kebijakan, serta memastikan seluruh langkah organisasi tetap sejalan dengan visi membangun koperasi syariah yang profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota maupun masyarakat.

pasang iklan di sini
octa vaganza