
PeluangNews, Jakarta – Kampus didorong menjadi pelopor penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. Di tengah perkembangan ekonomi digital, pertanian modern, industri kreatif, pangan, kesehatan, pariwisata, hingga ekonomi hijau, koperasi dinilai membuka ruang besar bagi generasi muda untuk membangun kewirausahaan secara kolektif.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan koperasi masa kini tidak lagi identik dengan model usaha konvensional. Koperasi telah bertransformasi dan masuk ke berbagai sektor strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.
Hal itu disampaikan Ferry dalam kegiatan Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda bertajuk “Saatnya Anak Muda Peduli Koperasi”, hasil sinergi antara Kementerian Koperasi dan Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa 30 Juni 2026. menkop koperasi modern
“Kami menyambut baik keterlibatan mahasiswa Universitas Padjadjaran, komunitas kewirausahaan kampus, dan berbagai unit usaha mahasiswa dalam kegiatan ini. Keterlibatan para mahasiswa menunjukkan bahwa kampus memiliki kontribusi besar sebagai pusat perubahan,” kata Ferry dalam sambutan yang disampaikan secara daring.
Menurut Ferry, Kementerian Koperasi terus mendorong transformasi koperasi menuju model yang modern, adaptif, profesional, dan berbasis teknologi digital. Koperasi juga harus dikelola oleh sumber daya manusia unggul serta mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Ferry menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, membangun pola pikir kewirausahaan dan tidak takut gagal dengan menjadikan kampus sebagai ruang eksperimen serta inovasi.
Baca Juga:LPDB Gandeng 16 Koperasi Besar, Siapkan Pembiayaan Murah untuk Koperasi Merah Putih
Kedua, memanfaatkan koperasi sebagai wadah kolaborasi. Menurutnya, di era ekonomi digital, kolaborasi menjadi faktor penting yang tidak kalah kuat dibanding kompetisi.
Ketiga, generasi muda perlu memiliki orientasi yang lebih luas daripada sekadar mengejar kepuasan materi. Mahasiswa didorong untuk menjadi pencipta lapangan kerja sekaligus penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan mendorong lahirnya inovator-inovator baru. Kita jadikan kampus, khususnya Universitas Padjadjaran, sebagai pusat lahirnya wirausaha dan koperasi modern Indonesia,” ujar Ferry.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari mengatakan kegiatan literasi tersebut diikuti sekitar 250 mahasiswa Unpad yang tergabung dalam komunitas kewirausahaan Unpad Preneur. menkop koperasi modern
Selain mengikuti sesi literasi, mahasiswa juga menampilkan berbagai produk inovatif dari 49 tim wirausaha muda Unpad. Produk-produk tersebut diharapkan dapat terhubung dengan ekosistem usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Besar harapan kami, produk-produk ini bisa masuk ke dalam gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ketika skala ekonominya tercapai, teman-teman wirausaha muda ini akan menjadi pengusaha kebanggaan bangsa dengan badan hukum koperasi,” kata Destry.
Ia menambahkan, literasi perkoperasian dan pemanfaatan teknologi penting untuk mengubah pandangan generasi muda terhadap koperasi. Koperasi harus dipahami bukan sebagai lembaga ekonomi kuno, melainkan sebagai solusi modern untuk membangun usaha yang produktif, kreatif, dan berdaya saing.
Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, lanjut Destry, menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem koperasi masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Koperasi dan Unpad juga meluncurkan riset yang dipimpin Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad, Dr. Dwi Purnomo. Riset itu berfokus pada pengembangan Asisten Digital Koperasi dan instrumen Readiness Score.
Sementara itu, Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menilai koperasi tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat, terutama terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurutnya, berbagai narasi yang muncul kerap membuat koperasi dipandang sebagai sesuatu yang asing dan bahkan perlu dihindari. Padahal, koperasi merupakan bagian penting dari gagasan ekonomi nasional yang telah dirumuskan para pendiri bangsa.
“Saya percaya koperasi adalah sesuatu yang baik karena sudah dipikirkan oleh para founding fathers kita. Koperasi merupakan bagian dari UUD 1945, khususnya Pasal 33, yang menyatakan bahwa ekonomi harus dikembangkan secara bergotong royong demi kemajuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Arief.
Ia mengajak mahasiswa untuk melihat koperasi sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan perekonomian. Mahasiswa juga diminta ikut mengawal dan mengimplementasikan nilai-nilai koperasi dengan pendekatan yang lebih baik, profesional, dan modern. (Aji)








