hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kepala BGN Ingatkan MBG tidak Layak Jangan Dikonsumsi

sudaryono
Kepala BGN Sudaryono | Kompas.com

PeluangNews, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memberi perhatian yang besar terhadap para siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN terus melakukan evaluasi agar kejadian dugaan keracunan MBG tidak terulang kembali.

Karena itu, Kepala BGN Sudaryono mengingatkan para siswa atau penerima MBG lainnya untuk tidak mengkonsumsinya jika kondisinya tidak layak.

Pemeriksaan makanan oleh guru, kata Sudaryono, menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan pangan sebelum MBG dikonsumsi siswa.

“Makanan yang menunjukkan kondisi tidak layak harus ditangani secara menyeluruh dan tidak boleh tetap dikonsumsi sebagian,” kata dia, dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Jika sudah tidak layak konsumsi, sambungnya, makanan tersebut harus segera dikembalikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kalau ditemukan tidak layak, misalnya ada lauk, ada sayur, ada buah, ada nasi, misalnya yang bau hanya sayurnya, harus tidak dikonsumsi semuanya,” ujar Sudaryono.

Makanan tidak layak dikonsumsi itu dikembalikan ke dapur untuk dilakukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.

Menurut dia, investigasi dilakukan sebagai pencegahan makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan untuk peserta didik maupun guru.

“Kalau ditemukan tidak layak, wajib hukumnya tidak dikonsumsi dan dikembalikan kepada dapur SPPG. Kemudian nanti kami akan lakukan pemeriksaan,” kata Sudaryono.

Dia menyebutkan bahwa keamanan pangan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.

Karena itu, BGN mengimbau adanya pemeriksaan organoleptik terlebih dahulu dengan memperhatikan kondisi makanan sebelum MBG disantap.

“Apabila terjadi kelalaian yang berdampak pada keamanan makanan, tindakan tegas akan dilakukan terhadap SPPG,” ucap Kepala BGN Sudaryono, menambahkan.

PeluangNews mencatat, berdasarkan data lembaga pemantau independen seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), total orang yang mengalami gejala keracunan MBG mencapai sekitar 38.000 orang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Kasus dengan jumlah korban sekitar atau lebih dari 1.000 siswa yang dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat dugaan keracunan MBG pernah terjadi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada September 2025 lalu.[]

pasang iklan di sini
octa vaganza