
PeluangNews, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan serah terima jabatan dari pejabat lama Agus Gumiwang Kartasasmita ke Muhammad Sarmuji, Jumat (2/10/2026).
Dalam kepemimpinannya, Menperin Sarmuji menekankan untuk penciptaan birokrasi yang rileks dan sederhana.
Dia meminta jajarannya di Kemenperin tidak memberikan penghormatan berlebihan.
“Karena itu akan menciptakan sekat-sekat, akan menciptakan barrier psikologis. Orang mau memberikan masukan, memberikan saran, bahkan memberikan kritik menjadi susah karena ada pelayanan yang berlebihan,” kata Sarmuji.
Dia berharap komunikasi di antara jajaran Kemenperin sebaiknya berjalan cair dengan birokrasi yang lebih rileks dan tidak kaku. Setiap saran dapat dipertimbangkan dan layak menjadi pilihan-pilihan. Sarmuji juga meminta jajaran Kemenperin untuk tampil sederhana.
“Semua dari kita memang harus tampil sederhana. Semua pejabat publik, apalagi di kalangan birokrat, tentu kita tampil sewajarnya saja,” ujar politikus Golkar itu.
Dia mengingatkan bahwa pejabat publik sebaiknya tidak berlebihan baik dalam tampilan maupun tata cara bersikap. “Tidak ada yang perlu berlebihan,” ucap Sarmuji.
Sebagaimana diberitakan Presiden Prabowo melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. Salah satu yang terkenal reshuffle yakni Agus Gumiwang Kartasasmita dari jabatannya sebagai menperin. Agus diganti Sarmuji yang dilantik sebagai Menteri Perindustrian pada Kamis (1/10/2026) di Istana Negara, Jakarta.
Sarmuji lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 Juni 1974.
Berdasarkan daftar riwayat hidup anggota MPR RI, ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Surabaya sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Jember.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Jember pada 2000 dengan bidang manajemen.
Setelah itu, Sarmuji melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan ilmu administrasi, dan lulus pada 2005.
Dia pernah Staf Ahli DPR sebelum akhirnya berhasil menjadi anggota dewan untuk tiga periode berturut-turut sejak 2014. []








