
PeluangNews, Jakarta — Penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi syariah hingga dukungan pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari kontribusi Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) dalam mendorong kemajuan almamater. Berbagai langkah tersebut berjalan seiring dengan target Unpad menembus lima besar nasional dan 300 besar dunia.
Target tersebut ditegaskan Ketua Umum IKA Unpad sekaligus Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, dalam rangkaian agenda penguatan peran alumni di Kota Bandung beberapa waktu lalu.
Menurut Ferry, IKA Unpad memiliki tanggung jawab untuk membantu universitas melalui konsolidasi kekuatan dan potensi alumni. Saat ini, Unpad berada di peringkat keenam di Indonesia dan ditargetkan dapat naik ke posisi lima besar nasional sekaligus masuk 300 besar universitas terbaik dunia dalam satu hingga dua tahun ke depan.
“Bagi IKA Unpad, kita memiliki tanggung jawab besar untuk membantu universitas. Posisi Unpad saat ini berada di peringkat keenam di Indonesia. Mari kita berjuang bersama agar dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan, Unpad bisa naik kelas menjadi lima besar nasional dan tembus 300 besar dunia,” tegas Ferry.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui grand launching Program Beasiswa GENZI dan pembinaan Quranic School of Leader di Kota Bandung.
Program Beasiswa GENZI diluncurkan melalui sinergi IKA Unpad dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Bale Aweuhan Masjid Raya Unpad. Inisiatif yang didukung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) itu dirancang untuk mencetak generasi muda yang unggul secara akademis sekaligus memiliki karakter luhur.
Peluncuran beasiswa tersebut turut disaksikan sejumlah pemangku kepentingan strategis, antara lain Wakil Rektor Unpad, Rektor Unpad periode 2015-2019, Ketua Baznas RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, hingga Direktur Utama LPDB Koperasi.
Dalam agenda tersebut, Ferry juga mendorong optimalisasi ekonomi syariah melalui pembentukan kelembagaan koperasi di lingkungan tempat ibadah.
Ia mengusulkan Masjid Raya Unpad menjadi pelopor pembentukan koperasi masjid dan menyatakan kesiapan IKA Unpad untuk mendampingi inisiatif tersebut.
“Saya menyarankan agar Masjid Raya Unpad ini bisa menjadi pelopor berdirinya koperasi masjid. Kami di IKA Unpad siap mendampingi inisiatif tersebut,” terangnya.
Kontribusi IKA Unpad tidak hanya diarahkan pada bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Organisasi alumni tersebut juga menyatakan kesiapan untuk mengawal pembangunan infrastruktur fisik di lingkungan Unpad.
Dukungan itu mencakup rencana pembangunan Rumah Sakit Khusus Kanker hasil kerja sama Unpad dan PT Pertamedika IHC di kawasan Dipati Ukur, serta pembangunan auditorium berskala besar.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Widya Setiabudi Sumadinata, menyambut positif langkah konkret yang dilakukan para alumni.
“Ini adalah program yang sangat mulia. Kami berkomitmen penuh mendukungnya. Pemberian beasiswa yang terarah ini diyakini akan membawa kemajuan yang jauh lebih besar bagi masa depan Unpad,” ungkap Widya.
Penguatan kontribusi alumni tersebut sebelumnya terlihat dalam Puncak Reuni Akbar bertajuk “Kembali Ke Jatinangor, Kembali ke Jati Diri” yang digelar pada Sabtu (19/9/2026).
Acara yang dimeriahkan sederet musisi seperti Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya tersebut menyedot animo sekitar 15 ribu pengunjung.
Tingginya antusiasme alumni dari berbagai daerah menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan antara lulusan dan almamater. Bahkan, Kepala Kantor Kemitraan Alumni dan Dana Abadi Unpad, Prita Amalia, memproyeksikan agenda silaturahmi akbar tersebut sebagai kalender rutin kampus.
“Harapannya, setiap tahun alumni bisa kembali ke rumahnya untuk mempererat silaturahmi, sekaligus memperbarui informasi tentang almamaternya. Kolaborasi yang erat antara alumni dan sivitas akademika inilah yang menjadi motor penggerak kemajuan Unpad,” pungkas Prita.








