
PeluangNews, Tangerang — Tepat pada tanggal kelahirannya, 1 September, almarhum Irsyad Muchtar kembali dikenang melalui sebuah amanah yang pernah disampaikannya semasa hidup. Pemimpin Redaksi Majalah Peluang Group tersebut pernah menyatakan keinginannya untuk mewakafkan sebagian hasil karya dan aktivitasnya kepada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).
Irsyad Muchtar lahir pada 1 September 1958 dan meninggal dunia pada 21 Februari 2026 dalam usia 67 tahun. Meski telah berpulang, gagasan dan pesan yang pernah disampaikannya terus diupayakan untuk diwujudkan rekan-rekannya.
Gagasan untuk mengabadikan tulisan-tulisan Irsyad dalam bentuk buku muncul sekitar dua pekan setelah kepergiannya, tepatnya pada 11 Maret 2026. Dalam sebuah percakapan di grup WhatsApp koperasi, Presiden Direktur BMI Group Kamaruddin Batubara mencetuskan ide untuk mengumpulkan tulisan Irsyad dalam rubrik Perspektif Majalah Peluang menjadi sebuah buku.
Dalam percakapan tersebut, Kamaruddin menulis:
“Apakah ini tulisan terakhir beliau? Cerita ini pernah diceritakan ke saya.”
Kamaruddin juga mengenang sosok Irsyad sebagai pribadi yang memiliki pengetahuan luas dan banyak pengalaman.
“Bahkan dari Perspektif-Perspektif (rubrik di Majalah Peluang) yang beliau tulis, kita tahu bahwa Menteri Keuangan pertama adalah Dr. Samsi Sastrawidagda tahun 1945,” tulisnya.
Menurut Kamaruddin, tulisan-tulisan Irsyad menunjukkan luasnya wawasan yang dimiliki almarhum.
“Tulisan Perspektif beliau mempertegas bahwa beliau adalah perpustakaan berjalan. Beliau adalah inspirator, motivator dan kadang-kadang ‘provokator’,” katanya.
Baca Juga:Peluncuran Buku 100 Koperasi Primer Terbaik Jakarta
Kamaruddin juga mengungkapkan sejumlah pengalaman bersama Irsyad, termasuk asal-usul nama KAMBARA akronim dari Kamaruddin Batubara yang disebut merupakan pemberian almarhum.
“Banyak pengalaman saya dengan beliau, termasuk nama KAMBARA itu adalah pemberian beliau,” ujarnya.
Dalam pesan tersebut, Kamaruddin kemudian mengusulkan agar seluruh tulisan Irsyad yang pernah dimuat di Majalah Peluang maupun media lainnya yang masih tercecer dikumpulkan dan diterbitkan menjadi buku.
Ia mengusulkan buku tersebut dicetak dan dijual dengan harga seikhlasnya. Sebanyak 50 persen hasil penjualan buku kemudian diwakafkan atas nama Irsyad, sementara 50 persen lainnya diserahkan kepada ahli waris almarhum. Dua anak almarhum Irsyad yakni Heykal Muchtar dan Reza Aulia menyerahkan bagian mereka untuk diwakafkan juga atas nama Ayahandanya.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui penerbitan buku Perspektif: Bunga Rampai Opini 2015–2026, yang memuat kumpulan pemikiran dan tulisan Irsyad Muchtar selama kiprahnya di dunia jurnalistik dan media.
Momentum tersebut diwujudkan Majalah Peluang pada Selasa, 1 September 2026. Bertepatan dengan tanggal kelahiran almarhum, dana wakaf hasil penjualan buku sebesar Rp50 juta diserahkan kepada Koperasi Syariah BMI.
Penyerahan wakaf Irsyad Muchtar dilakukan secara langsung oleh Yuni Hegarwati (Direktur PT Berkah Dua Visi), Heykal Muchtar dan Reza Aulia, kepada pihak Koperasi Syariah BMI yang diwakili Kambara di Tangerang.
Penyerahan wakaf ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya melanjutkan niat baik yang pernah disampaikan Irsyad semasa hidup.
Bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya, Irsyad tidak hanya dikenang melalui kiprahnya di dunia jurnalistik dan media, tetapi juga melalui perhatian dan pemikirannya terhadap perkembangan koperasi serta ekonomi kerakyatan.
Dana wakaf tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi anggota dan masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem Kopsyah BMI.
Momentum penyerahan wakaf pada tanggal kelahiran Irsyad juga menjadi pengingat bahwa gagasan, karya, dan kebaikan seseorang dapat terus memberikan manfaat meski orangnya telah tiada.
Melalui dana wakaf dari hasil penjualan buku tersebut, jejak pemikiran Irsyad Muchtar diharapkan tidak berhenti sebagai karya yang dibaca, tetapi juga bertransformasi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Support Pembelian Buku PERSPEKTIF, antara lain :
1. Koperasi Bmi Group, Tangerang – Banten
2. Koperasi Astra, DKI Jakarta
3. KSP Kopdit Pintu Air, Maumere – Nusa Tenggara Timur
4. KSP Makmur Mandiri, Bekasi – Jawa Barat
5. Kospin Jasa, Pekalongan – Jawa Tengah
6. Holding Koperasi Bmt Nu Ngasem Group, Ngasem – Jawa Timur
7. KSP Berkat Bulukumba, Sulawesi Selatan
8. KSPPS Bmt Assyafi’iyah Berkah Nasional, Lampung
9. KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah, Pati – Jawa Tengah
10. Koperasi Sigap Nusantara, DKI Jakarta
11. PT Asta Kanti, DKI Jakarta. (Aji)








