hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

PSEL Bekasi Investasi Rp3 Triliun, Olah 500 Ribu Ton Sampah per Tahun

Chief Investment Officer Pandu Patria Sjahrir. Foto: Gema/peluangnews
Chief Investment Officer Pandu Patria Sjahrir. Foto: Gema/peluangnews

PeluangNews, Kota Bekasi-Persoalan sampah di Kota Bekasi memasuki babak baru. Pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun sekaligus menghasilkan energi hijau untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah tangga.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan, proyek yang dikembangkan melalui inisiatif BICEL tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Proyek itu juga diproyeksikan menjadi salah satu upaya mempercepat penanganan darurat sampah di Indonesia.

“Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi,” kata Pandu dalam sambutannya di peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi, di Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Menurut Pandu, pengembangan PSEL Bekasi telah melalui proses evaluasi terhadap enam konsorsium yang mengajukan proposal pada 2-30 Januari 2026. Dari proses tersebut, hanya dua konsorsium yang dinyatakan lolos evaluasi.

Proyek ini akan mengacu pada standar lingkungan EU Industrial Emissions Directive (EU-IED). Dari sisi lingkungan, PSEL Bekasi diproyeksikan mampu menurunkan emisi dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun.

Selain itu, kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) diperkirakan dapat ditekan hingga 90 persen. Proyek tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau.

“Permasalahan sampah bukanlah masalah yang hanya dialami oleh satu daerah atau satu orang saja. Permasalahan sampah adalah permasalahan bersama kita semua,” ujar Pandu.

TNI AD Siapkan Pengolahan Sampah Lama

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan rencana pengolahan timbunan sampah lama melalui teknologi pirolisis.

Foto: Gema/peluangnews
Foto: Gema/peluangnews

Berbeda dengan PSEL yang diarahkan untuk mengolah sampah yang masuk ke sistem pengelolaan, teknologi tersebut akan menyasar timbunan sampah lama yang selama ini menumpuk di sejumlah lokasi.

“Yang akan kami olah adalah timbunan-timbunan sampah lama. Kebetulan ada partner kami yang mampu mengerjakan ini. Jadi nanti dari sampah lama ini bisa seribu ton per hari diproses,” kata Maruli.

Maruli menyebut, teknologi pengolahan tersebut berpotensi diterapkan di sejumlah lokasi, antara lain Bantar Gebang dan Sumur Batu, Bogor, Sarimukti, serta Semarang.

Namun, pengembangan fasilitas tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan dan status lahan, perizinan, hingga mekanisme penjualan produk hasil pengolahan.

Untuk satu fasilitas, dibutuhkan lahan sekitar lima hektare dengan area pre-treatment sedikitnya setengah hektare. Jika lahan dan fasilitas pre-treatment dapat diperluas, kapasitas pengolahan bahkan bisa ditingkatkan hingga 2.000 ton sampah per hari.

Maruli menargetkan fasilitas pengolahan dapat mulai beroperasi paling lama satu tahun setelah persoalan lahan dan perizinan diselesaikan.

“Kalau ini sudah bisa diselesaikan masalah perizinan, mungkin satu tahun pabrik-pabrik ini bisa jalan. Kami siap mendukung program Presiden yang dilaksanakan oleh Pak Menko,” ujarnya.

Pengembangan PSEL Bekasi dan teknologi pengolahan sampah lama tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah terintegrasi pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dan membuka peluang ekonomi hijau.

pasang iklan di sini
octa vaganza