
PeluangNews, Jenewa, Swiss – Hubungan bilateral Indonesia dan Swiss terus berkembang tidak hanya dalam hubungan diplomatik, tetapi juga melalui kerja sama ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.
Momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara kini diperkuat dengan kemitraan di bidang pendidikan dan pelatihan perdagangan komoditas global antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Suissenegoce, asosiasi perdagangan komoditas Swiss.
Kemitraan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk meningkatkan peran dalam rantai perdagangan komoditas global.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern mendukung penuh kemitraan ini sebagai salah satu bentuk tindak lanjut dari kunjungan Guy Parmelin, Menteri Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss, ke Jakarta pada Oktober 2025.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara, termasuk setelah penandatanganan kerja sama pengolahan mineral dan logam Indonesia-Swiss yang dilakukan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani bersama Menteri Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Guy Parmelin pada Juni 2026.
Penandatanganan perjanjian kemitraan antara Kadin Indonesia dan Suissenegoce dilakukan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Sekretaris Jenderal Suissenegoce Florence Schurch. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss Ngurah Swajaya dan Ketua Komite Bilateral Kadin Indonesia-Swiss, Francis Wanandi.
Suissenegoce merupakan asosiasi perdagangan komoditas Swiss yang menaungi sekitar 215 perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang penunjang perdagangan komoditas global. Para anggotanya beraktivitas di tiga sektor utama, yaitu pertanian, mineral dan logam, serta energi.
Di sektor pertanian, komoditas yang diperdagangkan antara lain sereal, kopi, minyak sawit, kakao, dan kapas. Sementara di sektor mineral dan logam mencakup logam besi dan nonbesi. Adapun sektor energi meliputi bahan bakar fosil, energi terbarukan, serta komoditas yang berkaitan dengan transisi energi.
Melalui perjanjian kemitraan tersebut, Kadin Indonesia dan Suissenegoce akan segera menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan bersertifikasi mengenai global commodities trading atau perdagangan komoditas global.
Program ini dinilai sejalan dengan upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dan mengoptimalkan manfaat ekonomi dari perdagangan komoditas unggulan ekspor. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengenai perdagangan komoditas global diharapkan dapat mendorong pelaku usaha Indonesia tidak hanya berperan sebagai produsen dan eksportir, tetapi juga semakin aktif dalam ekosistem perdagangan komoditas dunia.
Swiss sendiri merupakan salah satu pusat perdagangan komoditas terbesar di dunia. Negara tersebut memiliki pengalaman, jaringan bisnis, infrastruktur keuangan, serta sumber daya manusia yang mendukung aktivitas perdagangan komoditas global.
Peran Swiss sebagai pusat perdagangan komoditas dunia telah berkembang sejak sekitar era 1950-an. Dari perdagangan sereal dan kapas, aktivitas tersebut kemudian berkembang mencakup berbagai komoditas strategis, antara lain minyak mentah, batu bara, bijih besi, tembaga, kopi, dan kakao.
Menariknya, meskipun Swiss merupakan negara yang relatif miskin sumber daya alam, negara tersebut mampu memainkan peran penting dalam perdagangan komoditas global. Swiss banyak berperan sebagai pusat perdagangan yang mempertemukan negara produsen dan negara konsumen, sehingga komoditas yang diperdagangkan tidak selalu masuk ke pasar domestik Swiss.
Kekuatan Swiss sebagai salah satu pusat perdagangan komoditas dunia juga didukung oleh ekosistem jasa keuangan, perbankan, perpajakan, serta berbagai layanan pendukung perdagangan. Ekosistem tersebut menciptakan kemudahan bagi perusahaan dalam memperoleh pembiayaan perdagangan dan menjalankan transaksi komoditas lintas negara.
“KBRI Bern telah lama menjajaki upaya kemitraan Suissenegoce dengan Kadin Indonesia dan penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah awal dan konkret yang dimulai bertepatan dengan perayaan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss,” ujar Duta Besar Ngurah Swajaya.
Menurutnya, kerja sama pengembangan kapasitas sumber daya manusia tersebut dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Swiss sekaligus memberikan manfaat bagi dunia usaha di kedua negara.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan pengembangan sumber daya manusia di bidang perdagangan komoditas global merupakan langkah penting agar Indonesia tidak berhenti sebagai negara produsen, tetapi dapat berkembang menjadi pemain yang memiliki pengaruh lebih besar dalam perdagangan komoditas dunia.
“Pengembangan SDM mengenai perdagangan komoditas global merupakan langkah konkret agar Indonesia tidak hanya menjadi negara produsen, tapi juga bisa menjadi pemain yang berpengaruh di pasar perdagangan komoditas dunia,” ujar Anindya di sela-sela penandatanganan perjanjian yang dilakukan di Jenewa, Swiss, pada 20 Agustus 2026.
Ketua Komite Bilateral Kadin Indonesia-Swiss, Francis Wanandi, menjelaskan bahwa program pendidikan bersertifikasi tersebut akan berlangsung selama lima minggu dan selanjutnya dilaksanakan secara reguler di Jakarta.
Program ini akan melibatkan berbagai pelaku bisnis perdagangan komoditas global, baik dari sektor swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kadin Indonesia melihat Suissenegoce memiliki peran penting dalam pengembangan kapasitas sekaligus pembangunan jejaring di bidang perdagangan komoditas global.
Hal tersebut terutama didukung oleh berbagai program pelatihan khusus yang diberikan oleh para praktisi berpengalaman yang terlibat langsung dalam industri perdagangan komoditas.
Pengalaman dan kompetensi tersebut membuat program pendidikan dan pelatihan Suissenegoce diminati oleh berbagai perusahaan perdagangan komoditas dari sejumlah negara.
Melalui kemitraan ini, Kadin Indonesia sebagai organisasi dunia usaha yang berperan dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional berharap dapat berkontribusi aktif dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha Indonesia.
Kadin juga akan mendorong perusahaan anggotanya untuk turut mendukung pengembangan perdagangan komoditas sekaligus membangun ekosistem pendukung yang semakin kuat di Indonesia.
Kerja sama Indonesia dan Suissenegoce ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas akses pengetahuan, jejaring, dan praktik terbaik perdagangan komoditas global bagi pelaku usaha nasional.
Dalam jangka panjang, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan komoditas dunia dan meningkatkan manfaat ekonomi dari kekayaan komoditas unggulan nasional.








