hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopsyah BMI Hadirkan Rumah Layak untuk Pasutri Lansia

Program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).
Program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

PeluangNews, Tangerang — Di usia yang tak lagi muda, Sukarta (80) dan istrinya, Winah (78), akhirnya bisa bernapas lega. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah reyot yang nyaris roboh, pasangan lansia asal Kampung Gabus, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang itu segera memiliki hunian layak berkat program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) dari Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

Peletakan batu pertama pembangunan rumah dilakukan pada Rabu (6/5/2026). Momen tersebut menjadi titik awal perubahan hidup bagi pasangan lansia yang selama ini bertahan di rumah berdinding bambu lapuk dengan atap bocor dan lantai tak rata.

Rumah yang ditempati Sukarta dan Winah sebelumnya jauh dari kata layak. Sebagian atap tampak robek dan menggantung, sementara tiang bambu penyangga rumah terlihat miring dan hanya diikat tali seadanya agar tidak roboh. Saat hujan turun, air masuk dari berbagai sisi rumah.

Kondisi itu semakin berat karena usia keduanya yang sudah renta. Sukarta bahkan harus menggunakan tongkat untuk berjalan dan kerap dibopong menuju rumah anaknya ketika sakit.

“Jika Bapak Sukarta jatuh sakit, beliau harus dibopong ke rumah anaknya,” ujar Manajer Cabang Gunung Kaler Kopsyah BMI, Siti Juhaeriyah.

Pasangan tersebut diketahui memiliki lima anak yang seluruhnya hidup dalam keterbatasan ekonomi dan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program pembangunan rumah ini pun menjadi simbol nyata solidaritas sosial yang dibangun melalui gerakan kecil para anggota koperasi. Manajer ZISWAF Kopsyah BMI, Andi, menjelaskan dana pembangunan berasal dari program Gerakan Sedekah Seminggu Tiga Ribu (Gassiteru), yakni Rp2.000 untuk wakaf dan Rp1.000 untuk infak yang dikumpulkan rutin setiap pekan.

“Di BMI, kami tidak berhenti di simpan pinjam. Kami mengajak anggota membangun solidaritas dan keberkahan dunia-akhirat. Inilah semangat QS Al-Maidah ayat 2 yakni saling tolong-menolong dalam kebajikan. Dengan gotong royong ini, satu lagi rumah tak layak huni di Kresek berkurang satu,” kata Andi.

Ia hadir bersama Koordinator Manajer Regional I Kopsyah BMI, Suta Atmaja Hidayat.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kecamatan Kresek. Kasi Pelayanan Kecamatan Kresek, Cecep Budiman, mengatakan persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan besar di wilayah tersebut.

“Dari data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tangerang, ada 380 unit rumah tidak layak huni di wilayah kami. Dengan pembangunan ini, BMI ikut membantu mengurangi persoalan tersebut. Satu rumah sudah hilang dari daftar RTLH, terima kasih BMI,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa koperasi harus hadir bukan hanya dalam urusan pembiayaan, tetapi juga persoalan sosial masyarakat.

“Bagi kami, koperasi tidak cukup hanya bicara soal pembiayaan dan simpanan. Koperasi juga harus hadir menjaga martabat kemanusiaan. Rumah Pak Sukarta dan Ibu Winah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” papar pria yang akrab disapa Kambara itu.

Menurutnya, program HRSH menjadi bukti bahwa gotong royong dari nominal kecil dapat melahirkan dampak besar bagi masyarakat.

“Dari infak seribu rupiah setiap minggu, lahirlah rumah-rumah harapan. Ini bukti bahwa gotong royong itu nyata. Ketika anggota saling peduli, maka koperasi akan menjadi kekuatan sosial yang mampu menghadirkan keberkahan,” katanya.

Kambara menambahkan, program sosial Kopsyah BMI tidak hanya ditujukan untuk anggota koperasi, tetapi juga masyarakat luas yang membutuhkan bantuan.

“Pak Sukarta dan Ibu Winah memang bukan orang kaya. Mereka hanya lansia yang berjuang bertahan hidup di rumah yang nyaris roboh. Karena itu BMI hadir. Sebab hakikat koperasi adalah menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap rumah baru tersebut nantinya menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi pasangan lansia itu untuk menjalani masa tua mereka dengan lebih tenang.

“Kami ingin di usia senjanya, Pak Sukarta dan Ibu Winah bisa hidup lebih tenang, tidak lagi khawatir atap bocor atau rumah roboh saat hujan datang. Mudah-mudahan rumah ini menjadi sumber keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi keluarga,” pungkasnya.

 

octa vaganza