
PeluangNews, Jakarta-Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, tak hanya mengandalkan surplus beras dan telur sebagai kekuatan ekonomi daerah.
Di tengah upaya memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan, pemerintah daerah Sidrap kini membuka peluang investasi yang lebih luas, mulai dari energi angin, tenaga surya, hingga pengolahan limbah peternakan menjadi energi listrik.
Wakil Bupati Sidrap, Nur Kanaah, mengatakan potensi sumber daya alam yang dimiliki daerahnya menjadi modal besar untuk menarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Sidrap memiliki potensi yang sangat besar. Kami punya beras yang surplus, telur juga surplus, kemudian ada potensi energi terbarukan, seperti tenaga bayu, tenaga surya, hingga pengolahan limbah peternakan menjadi energi,” kata Nur Kanaah, saat ditemui PeluangNews di Apeksi Otonomi Expo, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, (28/8/2026).
Ia mengatakan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sidrap. Sekitar 70 persen penduduk di daerah tersebut menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Karena itu, pemerintah daerah Sidrap terus mendorong peningkatan produktivitas pada sektor-sektor tersebut, terutama untuk memperkuat kontribusi Sidrap terhadap ketahanan pangan nasional.
Saat ini, produksi beras Sidrap disebut mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya berada di kisaran 400 ribu ton, produksi beras kini telah mencapai sekitar 700 ribu ton.
Dengan jumlah penduduk sekitar 334 ribu jiwa, produksi tersebut membuat Sidrap memiliki surplus beras yang cukup besar untuk dipasarkan ke berbagai daerah.
“Beras dari Sidrap sudah dikirim ke sejumlah daerah. Kami juga terus membangun kerja sama dengan berbagai wilayah untuk memperluas pasar,” ujarnya.
Selain beras, Sidrap juga dikenal sebagai salah satu daerah dengan produksi telur yang melimpah. Kedua komoditas tersebut menjadi sektor unggulan yang terus diperkuat pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, Nur Kanaah menegaskan pembangunan ekonomi Sidrap tidak berhenti pada sektor pangan. Pemerintah daerah juga mulai memperluas pengembangan energi terbarukan.
Sidrap telah dikenal memiliki pembangkit listrik tenaga bayu atau angin yang menjadi salah satu proyek energi terbarukan terbesar di Indonesia. Potensi tersebut, kata dia, membuka peluang pengembangan investasi energi bersih lainnya.
“Selain tenaga bayu, kami juga memiliki potensi tenaga surya. Ke depan, kami berharap semakin banyak investor yang masuk untuk mengembangkan energi terbarukan di Sidrap,” katanya.
Potensi energi juga dapat dikembangkan dari sektor peternakan. Dengan populasi ayam dan sapi yang cukup besar, limbah peternakan dinilai memiliki peluang untuk diolah menjadi pupuk organik maupun sumber energi listrik.
“Limbah dari peternakan ayam dan sapi juga memiliki potensi besar. Saat ini, sudah ada investor yang mulai melihat peluang untuk mengembangkan pengolahan limbah tersebut,” papar Nur Kanaah.
Menurut dia, pemerintah daerah terus berupaya memperkenalkan berbagai potensi Sidrap melalui sejumlah kegiatan promosi dan pameran, termasuk ajang yang mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku usaha dan calon investor.
“Setiap ada event seperti ini, kami berusaha untuk ikut. Tujuannya untuk mengenalkan Sidrap, baik potensi pangan, UMKM, kopi, maupun energi terbarukan,” jelasnya.
Nur Kanaah mengatakan minat calon investor terhadap Sidrap juga mulai datang dari sejumlah negara. Beberapa di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Singapura, dan Australia, terutama untuk melihat peluang investasi di sektor pertanian modern dan energi.
Pemerintah Kabupaten Sidrap pun berupaya menghidupkan perekonomian melalui berbagai kegiatan dan event daerah. Berbagai kegiatan, termasuk acara otomotif dan event berskala nasional, digelar untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan membuka peluang bagi pelaku UMKM.
“Kami berharap dengan semakin banyak kegiatan dan investasi yang masuk, pertumbuhan ekonomi Sidrap dapat terus meningkat,” ungkap Nur Kanaah.
Dengan kombinasi kekuatan di sektor pangan dan peluang besar energi bersih, Sidrap kini berupaya membangun identitas baru sebagai daerah agraris yang tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga membuka ruang bagi investasi masa depan.








