hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Daerah  

Tulungagung Andalkan Marmer dan Wisata Pantai di AOE 2026

Marmer Kabupaten Tulungagung. Foto: Ratih/peluangnews
Marmer Kabupaten Tulungagung. Foto: Ratih/peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Kabupaten Tulungagung membawa kekayaan alam yang tersimpan di balik pegunungan hingga pesona pantai selatan ke panggung Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026.

Melalui ajang tersebut, daerah di Jawa Timur ini berupaya memperluas promosi potensi unggulan, mulai dari industri marmer, pariwisata, hingga kuliner khas.

Salah satu potensi yang menjadi ikon Kabupaten Tulungagung adalah marmer. Industri ini telah berkembang dari usaha rumahan hingga perusahaan berskala menengah dan besar, dengan produk yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari lantai, dinding, hingga dekorasi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung Fajar mengatakan, potensi marmer masih menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang terus dikembangkan daerah.

“Yang menjadi ikon utama kami adalah marmer. Sampai sekarang, di Tulungagung masih ada kawasan pegunungan marmer yang potensinya masih dapat dimanfaatkan dalam puluhan tahun ke depan,” ujar Fajar kepada PeluangNews di acara Apkasi Otonomi Expo 2026, di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, (27/8/2026).

Produk marmer asal Tulungagung pun telah menjangkau pasar yang lebih luas. Menurut Fajar, marmer dari daerah tersebut telah digunakan di berbagai bangunan dan hotel, termasuk di Jakarta.

“Banyak hotel di Jakarta yang menggunakan marmer Tulungagung, baik untuk lantai, dinding, maupun hiasan dan dekorasi. Untuk pasar ekspor, produk kami juga sudah menjangkau Asia, Eropa, hingga Afrika,” katanya.

Meski tidak berada pada segmen marmer premium seperti produk asal Italia, Fajar menilai marmer Tulungagung memiliki pasar tersendiri. Produk tersebut banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi dan dekorasi.

Selain industri marmer, Tulungagung juga mengandalkan sektor pariwisata yang semakin berkembang setelah tersambungnya Jalur Lintas Selatan (JLS). Infrastruktur tersebut membuka akses menuju kawasan pantai di pesisir selatan yang sebelumnya belum sepenuhnya tereksplorasi.

“Dengan tersambungnya JLS, pantai-pantai di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung sekarang semakin mudah diakses dan mulai semakin dikenal,” ungkap Fajar.

Ia mengatakan, dari wilayah timur hingga barat Kabupaten Tulungagung terdapat sejumlah pantai dengan panorama alam yang menarik. Perbaikan akses jalan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Potensi alam Tulungagung tidak hanya bertumpu pada pantai. Daerah tersebut juga memiliki kawasan pegunungan dan danau buatan yang menjadi bagian dari pilihan destinasi wisata.

“Kalau Tulungagung, potensinya cukup lengkap. Ada pegunungan, pantai, dan juga danau buatan. Kalau wisatawan datang, mereka juga bisa menikmati kuliner khas yang kami miliki,” paparnya.

Dalam AOE 2026, Kabupaten Tulungagung juga memperkenalkan berbagai produk kuliner dan camilan lokal. Salah satunya adalah aneka makanan ringan berbahan dasar singkong.

Sementara untuk kuliner khas, dua makanan yang disebut menjadi incaran wisatawan adalah lodo dan sate kambing khas Tulungagung. Lodo merupakan olahan ayam dengan kuah berbumbu kuning yang memiliki cita rasa khas dan lebih kental dibandingkan olahan kari pada umumnya.

Adapun sate kambing khas Tulungagung memiliki karakter berbeda karena tidak menggunakan bumbu kacang. Hidangan tersebut disajikan dengan kecap dan racikan bumbu khas.

Menurut Fajar, produk yang ditampilkan dalam Apkasi Otonomi Expo hanya sebagian kecil dari beragam potensi yang dimiliki Kabupaten Tulungagung.

Melalui keikutsertaan dalam pameran tersebut, pemerintah daerah berharap berbagai potensi lokal, mulai dari industri marmer, pariwisata, hingga produk UMKM dan kuliner, semakin dikenal oleh pasar yang lebih luas serta membuka peluang kerja sama dan pengembangan ekonomi daerah.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id