hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

OJK Perkuat Budaya Menabung Generasi Muda Menuju Inklusi Keuangan 2045

Foto dok. OJK – peluangnews

PeluangNews, Bekasi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait terus memperkuat budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, terutama generasi muda.

Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di berbagai wilayah Indonesia dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.

Puncak HIM dan BLK 2026 berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8), dan diikuti lebih dari 1.100 pelajar serta mahasiswa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Herman Saheruddin.

Turut hadir Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Duta Literasi Sumatera Selatan sekaligus Anggota DPD/MPR RI Ratu Tenny Leriva, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson, serta sejumlah kepala daerah dan pimpinan industri jasa keuangan.

Friderica mengatakan tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional saat ini masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Kendati telah melampaui target yang ditetapkan, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah tingkat nasional sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit,” ujar Friderica.

Menurutnya, OJK bersama kementerian/lembaga memiliki komitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi anak-anak Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian finansial sejak dini.

Menabung Bentuk Karakter Disiplin

Dalam sesi Leaders’ Insight, Dicky Kartikoyono menekankan bahwa kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri.

“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky.

Ia mengajak masyarakat memaknai menabung sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyisakan uang. Dengan kebiasaan tersebut, seseorang memiliki ruang lebih besar untuk merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu orang lain, serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), OJK bersama industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan juga terus memperluas kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar.

Pada periode September 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka. Selain itu, lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di 122 ribu sekolah.

Program sosialisasi dan edukasi juga menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Pada 2026, Sekolah Rakyat menjadi salah satu sasaran utama HIM. Peserta didik yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen penting dalam memperluas akses sekaligus edukasi keuangan.

Sekolah Rakyat dipandang sebagai salah satu pintu masuk strategis untuk menanamkan budaya menabung dan memperluas literasi serta inklusi keuangan secara merata kepada pelajar dari berbagai latar belakang.

Edukasi Keuangan Jangkau Jutaan Peserta

Dari sisi literasi keuangan, OJK terus mengorkestrasikan berbagai program edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Sepanjang 2026 hingga Agustus, OJK telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuangan dengan jangkauan 12,2 juta peserta.

Melalui sinergi GENCARKAN, tercatat 18.308 kegiatan edukasi langsung yang menjangkau 3,2 juta peserta dan 22.797 kegiatan edukasi digital dengan jangkauan 167,8 juta peserta.

Penguatan literasi juga dilakukan melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI. Hingga saat ini, program tersebut telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia.

Sementara itu, LMS Edukasi Keuangan (LMSKU) telah digunakan 142.613 pengguna. Minisite Sikapi Uangmu juga telah menerbitkan 253 konten dengan total 2,4 juta views.

OJK Berikan Penghargaan

Dalam puncak HIM dan BLK 2026, OJK turut memberikan KEJAR Award dan Financial Literacy Award sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang aktif memperkuat literasi dan inklusi keuangan.

Financial Literacy Award diberikan kepada:

PUJK dengan Program Literasi Keuangan Terbaik

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  • PT Bank Central Asia Tbk.
  • PT Prudential Life Assurance
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif

  • PT Bank Central Asia Tbk.
  • PT BPR Hasa Mitra
  • PT BNI Modal Ventura
  • PT Prudential Life Assurance
  • PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
  • Unit Usaha Syariah PT Pegadaian

PUJK dengan Pembentukan OJK PEDULI Termasif

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  • PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik

  • Tingkat Provinsi: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
  • Tingkat Kota: Pemerintah Kota Ambon
  • Tingkat Kabupaten: Pemerintah Kabupaten Malang

OJK PEDULI

  • OJK PEDULI KOD: Ratna Candra Sari, Gede Agus Adyatmika, Nayza Azura Putri
  • OJK PEDULI PUJK: Anas Wahid Maulana, Ali Akbar, Kusuma Wijaya, Putri Adelia

Sementara itu, KEJAR Award diberikan kepada sejumlah bank, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang dinilai aktif dalam implementasi Program KEJAR.

Bank Implementasi KEJAR Terbaik

  • BUMN: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  • Bank Umum Konvensional: PT Bank Central Asia Tbk.
  • Bank Umum Syariah: PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
  • BPD Sumatera: PT Bank Aceh Syariah
  • BPD Jawa-Bali: PT Bank DKI (Bank Jakarta)
  • BPD Kalimantan: PT Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara
  • BPD Sulawesi: PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara
  • BPD Nusa Tenggara-Maluku-Papua: PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Syariah
  • BPR/BPRS Sumatera: PT BPR Gema Pesisir, Sumatera Barat
  • BPR/BPRS Jawa-Bali: PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda, Jawa Timur
  • BPR/BPRS Kalimantan: PT BPR Tabalong Bersinar, Kalimantan Selatan
  • BPR/BPRS Sulawesi: PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda), Sulawesi Tenggara
  • BPR/BPRS Nusa Tenggara-Maluku-Papua: PT BPR Modern Express, Maluku

Bank Teraktif dalam Bank Goes to School

  • PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.

Satuan Pendidikan Implementasi KEJAR Terbaik

  • Umum: SMP Negeri 9 Denpasar, Bali, dengan mitra BPD Bali
  • Berbasis Agama: MI Assa’idiyyah, Jawa Timur, dengan mitra PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  • Sekolah Luar Biasa: SLB Negeri 1 Gunungkidul, DI Yogyakarta, dengan mitra BPD DIY

Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik

  • Provinsi Regional Sumatera: Sumatera Utara
  • Provinsi Regional Jawa-Bali: DKI Jakarta
  • Provinsi Regional Kalimantan: Kalimantan Barat
  • Provinsi Regional Sulawesi: Sulawesi Tenggara
  • Provinsi Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua: Maluku
  • Kota/Kabupaten Regional Sumatera: Kota Pematangsiantar
  • Kota/Kabupaten Regional Jawa-Bali: Kota Bandung
  • Kota/Kabupaten Regional Kalimantan: Kota Palangkaraya
  • Kota/Kabupaten Regional Sulawesi: Kota Kendari
  • Kota/Kabupaten Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua: Kabupaten Raja Ampat

Melalui HIM dan BLK 2026, OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda, diiringi kemampuan mengelola keuangan secara bijak serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat.

Sinergi antara OJK, pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id